Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

KHUTBAH JUMAT | Meneladani Para Sahabat Rasulullah Saw

ED
Jumat, 21 Oktober 2022 | 05:51 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Meneladani Para Sahabat Rasulullah Saw

VISI.NEWS -

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ . ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍْ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍْ ﺍﻟﻠّﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ . ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍْ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢ ﻣِّﻦ ﻧَّﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴﺮﺍً ﻭَﻧِﺴَﺎﺀ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍْ ﺍﻟﻠّﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﺴَﺎﺀﻟُﻮﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴﺒﺎً ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳﺪﺍً . ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻄِﻊْ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯﺍً ﻋَﻈِﻴﻤﺎً ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ

Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang agung. Agama ini adalah amanah yang diberikan Allah. Amanah yang ditolak oleh langit yang kokoh dan bumi yang besar. Demikian juga ditolak oleh gunung-gunung. Namun kita manusia mau membawa amanah ini. Allah Ta’ala berfirman,

ﺇِﻧَّﺎ ﻋَﺮَﺿْﻨَﺎ ﺍﻷَﻣَﺎﻧَﺔَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽِ ﻭَﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝِ ﻓَﺄَﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻥْ ﻳَﺤْﻤِﻠْﻨَﻬَﺎ ﻭَﺃَﺷْﻔَﻘْﻦَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﺣَﻤَﻠَﻬَﺎ ﺍﻹِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻇَﻠُﻮﻣًﺎ ﺟَﻬُﻮﻟًﺎ

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (Quran Al-Ahzab: 72).

Dan Allah tutup risalah Islam ini dengan seorang yang paling mulia, yang menutup risalah kenabian dan kerasulan. Yaitu Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah pilih beliau untuk membawa agama ini dan ditemani oleh sahabat-sahabatnya sebagai penerusnya. Kemudian mereka kerahkan jiwa, raga, harta, keluarga mereka semaksimal mungkin agar agama ini tersebar.

Dan demi Allah, alangkah besar perjuangan mereka. Alangkah berat pengorbanan mereka. Dan alangkah sulit tantangan yang mereka hadapi.

Mengapa Allah memilih manusia-manusia seperti para sahabat Nabi, untuk menemani Nabi-Nya menyebarkan risalah ini. Mengapa tidak orang-orang seperti kita yang Allah pilih dihidupkan di zaman itu? Jawabnya adalah ada pada ucapan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Ia berkata,

ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻧﻈﺮَ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺏِ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩِ ﻓﻮﺟﺪَ ﻗﻠﺐَ ﻣﺤﻤﺪٍ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ﺧﻴﺮَ ﻗﻠﻮﺏِ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩِ ﻓﺎﺻﻄﻔﺎﻩُ ﻟﻨﻔﺴِﻪِ ﻓﺎﺑﺘﻌﺜﻪُ ﺑﺮﺳﺎﻟﺘِﻪِ ﺛﻢ ﻧﻈﺮَ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺏِ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩِ ﺑﻌﺪَ ﻗﻠﺐِ ﻣﺤﻤﺪٍ ﻓﻮﺟﺪَ ﻗﻠﻮﺏَ ﺃﺻﺤﺎﺑِﻪِ ﺧﻴﺮَ ﻗﻠﻮﺏِ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩِ ﻓﺠﻌﻠﻬﻢ ﻭُﺯَﺭَﺍﺀَ ﻧﺒﻴِّﻪِ ﻳُﻘﺎﺗﻠﻮﻥَ ﻋﻠﻰ ﺩِﻳﻨِﻪِ .“ ﺭﻭﺍﻩُ ﺃﺣﻤﺪُ

“Sesungguhnya Allah melihat hati para hamba. Dia dapati hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hati yang terbaik. Lalu Dia pilih Muhammad untuk diri-Nya. Dia utus untuk membawa risalah-Nya. Setelah itu, Allah melihat hati-hati manusia selain Muhammad. Lalu Dia dapati hati para sahabat adalah sebaik-baik hati dibanding hamba-hamba yang lain. Dia jadikan mereka pendamping Nabi-Nya. Berperang membela agama-Nya.” (HR. Ahmad).

Allah Taala juga secara langsung menerangkan keutamaaan para sahabat. Keutamaan yang dibaca oleh manusia hingga hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻘُﻮﻥَ ﺍﻷَﻭَّﻟُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ ﻭَﺍﻷَﻧﺼَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﻫُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺭَﺿُﻮﺍ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺃَﻋَﺪَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﺗَﺤْﺘَﻬَﺎ ﺍﻷَﻧْﻬَﺎﺭُ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺑَﺪًﺍ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻔَﻮْﺯُ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (Quran At-Taubah: 100)

Allah Taala juga berfirman,

ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣَﻌَﻪُ ﺃَﺷِﺪَّﺍﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭِ ﺭُﺣَﻤَﺎﺀُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﺗَﺮَﺍﻫُﻢْ ﺭُﻛَّﻌًﺎ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻳَﺒْﺘَﻐُﻮﻥَ ﻓَﻀْﻠًﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭِﺿْﻮَﺍﻧًﺎ ﺳِﻴﻤَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﻭُﺟُﻮﻫِﻬِﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺛَﺮِ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓِ ﻭَﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻹِﻧْﺠِﻴﻞِ ﻛَﺰَﺭْﻉٍ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﺷَﻄْﺄَﻩُ ﻓَﺂﺯَﺭَﻩُ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻠَﻆَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﻮﻗِﻪِ ﻳُﻌْﺠِﺐُ ﺍﻟﺰُّﺭَّﺍﻉَ ﻟِﻴَﻐِﻴﻆَ ﺑِﻬِﻢْ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ ﻭَﻋَﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓً ﻭَﺃَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Quran Al-Fath: 29).

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺧﻴﺮُ ﺍﻟﻨﺎﺱِ ﻗﺮﻧِﻲ، ﺛُﻢَّ ﺍﻟﺬﻳﻦَ ﻳﻠﻮﻧَﻬُﻢ، ﺛُﻢَّ ﺍﻟﺬﻳﻦَ ﻳﻠﻮﻧَﻬُﻢ

“Orang yang terbaik adalah yang hidup di generasiku. Kemudian yang setelah mereka. Kemudian yang setelahnya lagi.”

Juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻟَﺎ ﺗﺴﺒُّﻮْﺍ ﺃﺻﺤﺎﺑِﻲ، ﻓﻠَﻮْ ﺃﻥَّ ﺃﺣﺪَﻛُﻢْ ﺃﻧﻔﻖَ ﻣﺜﻞَ ﺃﺣﺪٍ ﺫﻫﺒًﺎ ﻣﺎ ﺑﻠَﻎَ ﻣُﺪَّ ﺃﺣﺪﻫِﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﻧﺼﻴﻔَﻪُ

“Jangan kalian cela sahabatku. Seandainya kalian berinfak dengan emas sebesar Uhud. Infak kalian itu tidak sebanding dengan infak mereka yang hanya sekadar satu mud. Atau setengah mud.”

Juga terdapat riwayat dari Ibnu Majah dan Imam Ahmad tentang keutamaan sahabat. Abdullah bin Umar mengatakan,

ﻻ ﺗﺴﺒُّﻮْﺍ ﺃﺻﺤﺎﺏَ ﻣﺤﻤﺪٍ ﷺ، ﻓَﻠَﻤُﻘَﺎﻡُ ﺃﺣﺪﻫِﻢِ ﺳﺎﻋﺔً، ﺧﻴﺮٌ ﻣِﻦْ ﻋﻤَﻞِ ﺃﺣﺪِﻛُﻢْ ﻋُﻤُﺮَﻩُ

“Jangan kalian cela sahabatnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. berdirinya mereka sesaat bersama Rasulullah. Lebih baik dari amalan yang kalian lakukan seumur hidup.”

Karena Allah Taala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji para sahabat, maka para ulama sepakat bahwa para sahabat adalah orang-orang terpercaya dalam riwayat-riwayat mereka. Mereka adalah orang-orang shaleh bukan orang-orang fasik. Ahlussunnah wa jama’ah juga meyakini bahwa para sahabat adalah generasi terbaik dari umat ini. Mencela salah seorang dari mereka adalah dosa dan kebid’ahan dalam agama. Siapa yang mencela para sahabat adalah orang-orang sesat.

Abu Zur’ah rahimahullah mengatakan,

ﺇﺫَﺍ ﺭﺃﻳﺖَ ﺍﻟﺮﺟﻞَ ﻳﻨﺘﻘﺺُ ﺃﺣﺪًﺍ ﻣِﻦْ ﺃﺻﺤﺎﺏِ ﺭﺳﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﷺ ﻓﺎﻋﻠَﻢْ ﺃﻧَّﻪُ ﺯﻧﺪﻳﻖٌ

“Kalau engkau lihat ada orang yang merendahkan salah seorang dari para sahabat, ketauhilah orang tersebut adalah zindiq (hendak merusak agama).”

Imam Ahmad mengatakan,

ﺇﺫَﺍ ﺭﺃﻳﺖَ ﺭﺟﻼً ﻳﺬﻛﺮُ ﺃﺣﺪًﺍ ﻣِﻦْ ﺃﺻﺤﺎﺏِ ﻣﺤﻤﺪٍ ﷺ ﺑﺴﻮﺀٍ ﻓﺎﺗَّﻬﻤﻪُ ﻋﻠَﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡِ

“Kalau kau lihat seseorang menyebut salah seorang sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan keburukan, curigailah orang tersebut hendak berbuat sesuatu yang buruk terhadap Islam.”

Imam Ahmad juga mengatakan,

ﻣَﻦْ ﺍﻧﺘﻘَﺺَ ﺃﺣﺪًﺍ ﻣِﻦْ ﺃﺻﺤﺎﺏِ ﺭﺳﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﷺ ﺃﻭ ﺑَﻐِﻀَﻪُ ﺑﺤَﺪَﺙٍ ﻣِﻨْﻪُ ﺃﻭ ﺫَﻛَﺮَ ﻣَﺴَﺎﻭِﻳﻪِ ﻛﺎﻥَ ﻣُﺒﺘﺪﻋًﺎ

“Siapa yang merendahkan salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Membenci kabar dari mereka. Atau menyebutkan kejelakan mereka. Orang tersebut adalah ahli bid’ah.”

Ayyuhal muslimun,

Tidak boleh bagi seorang pun untuk berbicara yang buruk terhadap salah seorang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah generasi terbaik manusia.

Tidak patut menggembar-gemborkan hal-hal yang terjadi di tengah mereka. Karena hal itu berkonsekuensi mengurangi rasa cinta kepada mereka di hati kita. Apalagi perselisihan yang terjadi di tengah para sahabat sama sekali tidak mengurangi keshalehan dan kejujuran mereka.

Ditambah lagi, perselisihan dan pertikaian yang terjadi di tengah para sahabat banyak juga berita yang diada-adakan dan palsu.

Riwayat-riwayat yang sahih pun terkadang ditambah-tambahi dan diubah. Dalam perselisihan para sahabat, para sahabat telah berijtihad. Dan mereka adalah orang-orang yang memiliki kelayakan untuk berijtihad.

Orang yang layak untuk berijtihad, tatkala mereka salah dalam ijtihadnya mendapat satu pahala. Kalau benar mendapat dua pahala. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Amr bin al-Ash dan Abu Hurairah, diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:

ﺇﺫَﺍ ﺣَﻜَﻢَ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢُ ﻓﺎﺟﺘﻬﺪَ ﺛُﻢَّ ﺃﺻﺎﺏَ ﻓﻠﻪُ ﺃﺟﺮﺍﻥِ، ﻭﺇﺫَﺍ ﺣﻜَﻢَ ﻓﺎﺟﺘﻬﺪَ ﺛُﻢَّ ﺃﺧﻄَﺄَ ﻓﻠَﻪُ ﺃﺟﺮٌ

“Saat hakim (ulama) berijtihad. Kalau ijtihad mereka benar, mereka mendapat dua pahala. Jika seorang hakim berijtihad, lalu ijtihad tersebut keliru, mereka dapat satu pahala.”

Mereka para sahabat tidak bersengaja melakukan kesalahan. Apalagi kebaikan mereka begitu banyak. Tidak layak kebaikan mereka yang begitu banyak dikubur dengan sedikit dari kesalahan ijtihad yang mereka lakukan. dalam hal ini, Allah Ta’ala menetapkan kaidah:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ﻳُﺬْﻫِﺒْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Quran Hud: 114)

Setelah kita mengetahui hal ini, tidak layak bagi seorang pun bersengaja merendahkan salah seorang dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam gara-gara perselisihan yang terjadi di tengah mereka.

Ibadallah,

Sudah seharusnya bagi seseorang yang mengaku ahlussunnah wal jamaah untuk menyebarkan keutamaan para sahabat. Memberitahukannya kepada masyarakat. Menampakkan perjalana hidup mereka yang mulia serta kedudukan mereka yang tertinggi. Baik individu para sahabat maupun para sahabat secara umum.

ﺃﺳﺄﻝُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺃَﻥْ ﻳﻐﻔِﺮَ ﻟﻨَﺎ ﺑِﺤُﺒِّﻨَﺎ ﻷﺻﺤﺎﺏِ ﻧﺒﻴﻨَﺎ ﻣﺤﻤﺪٍ ﷺ، ﻭﺃَﻥْ ﻳﺠﻤﻌﻨَﺎ ﺑﻬِﻢْ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺮﺩﻭﺱِ ﺍﻷﻋﻠَﻰ . ﺃﻗﻮﻝُ ﻣﺎ ﺗﺴﻤﻌﻮﻥَ ﻭﺃﺳﺘﻐﻔﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟﻲ ﻭﻟﻜُﻢْ ﻓﺎﺳﺘﻐﻔﺮﻭﻩُ ﺇﻧَّﻪُ ﻫﻮ ﺍﻟﻐﻔﻮﺭُ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢُ .

@fen/sumber: khotbahjumat.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.