KHUTBAH JUMAT | Maulid Berkah, Momentum Perkuat Dakwah
Selanjutnya, sebagai awal dalam memulai khutbah Jumat di atas mimbar yang mulia ini, sudah seharusnya bagi kami selaku khatib untuk mengajak diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan salat Jumat ini, agar terus berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan mengerjakan semua kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. Selalu berusaha untuk bisa istiqamah mengerjakan kewajiban dan meninggalkan larangan merupakan puncak dari ketakwaan. Orang-orang yang sudah bisa menjaganya, berarti ia sudah tergolong dari orang-orang yang bertakwa.
Jika tidak, maka sudah waktunya untuk berbenah dan berusaha menjadi manusia yang bertakwa. Sebab, takwa akan menjadi bekal terbaik bagi semua umat Islam untuk dibawa menuju akhirat, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ
Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah : 197).
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dakwah merupakan salah satu upaya untuk mengajak dan menyeru sesama agar terus berada dalam kebenaran dan kemaslahatan. Dakwah tidak harus berada di atas mimbar atau pun di panggung-panggung besar, namun bisa kita lakukan mulai dari diri kita, keluarga, tetangga dan masyarakat luas. Karena itu, kita semua sebagai umat Islam memiliki tanggung jawab untuk terus berdakwah dan mengajak pada kebenaran. Keharusan berdakwah sebagaimana ditegaskan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an, yaitu:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali ‘Imran, : 104).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!