KHUTBAH JUMAT | Keistimewaan Berbagi Kebahagiaan
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Nabi Muhammad), niscaya Allah menganugerahkan kepadamu dua bagian dari rahmat-Nya dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu berjalan serta Dia mengampunimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (QS.Al-Hadid 28).
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Salah satu bentuk pengamalan nilai ketakwaan yang sangat mulia adalah dengan berbagi kebahagiaan kepada sesama. Berbagi kebahagiaan bukan sekadar tindakan sosial, tetapi merupakan nilai agung yang menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri.
Sebab, ketika kita membagikan kebahagiaan kepada orang lain, sejatinya kita sedang menunjukkan rasa syukur atas segala nikmat dan anugerah yang telah Allah limpahkan kepada kita.
Keutamaan dan keistimewaan berbagi kebahagiaan ini bahkan disabdakan langsung oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ : إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اَحَبَّ الْاَعْمَالِ اِلَى اللهِ بَعْدَ الْفَرَائِضِ إِدْخَالُ السُّرُوْرِ عَلَى الْمُسْلِمِ. (رواه الطبراني)
Artinya: "Diriwayat dari Ibnu Abbas RA, bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah SWT setelah melaksanakan amalan yang wajib adalah menggembirakan muslim yang lain'," (HR Ath-Thabrani).
Selanjutnya, berbagi kebahagiaan tidaklah dapat diwujudkan kecuali dengan rasa peduli, rasa peduli inilah yang akan menuntun hati seseorang memiliki rasa kasih sayang kepada sesama, dengan rasa kasih sayang inilah seseorang akan mudah membagi kebahagiaanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!