KHUTBAH JUMAT | Janji Kita pada Allah
Hadirin rahimakumullah,
Penting kita imani bahwa jauh-jauh hari sebelum terlahir ke dunia, kita sudah terikat perjanjian dengan Allah. Dan tidak ada satu rasul pun yang diutus oleh Allah kecuali mengingatkan janji itu, sebagaimana dibenarkan dalam Al-Quran.
أعوذ بالله من الشيطان الرجطيم، وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ أَخَذَ مِيثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Artinya, “Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyerumu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang yang beriman,” (QS. Al-Hadid :8).
Ini artinya, beriman kepada Allah adalah keniscayaan bagi kita. Sebab, selain kita sudah berjanji akan menauhidkan dan mengimani Allah, para rasul juga sudah mengingatkan janji itu.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Selanjutnya, kapan kita berjanji akan menauhidkan Allah? Disampaikan dalam hadits Rasulullah Saw., setelah kakek moyang kita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan. Demikian yang tersurat dalam hadits riwayat Abu Hurairah.
لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ مَسَحَ ظَهْرَهُ، فَسَقَطَ مِنْ ظَهْرِهِ كُلُّ نَسَمَةٍ هُوَ خَالِقُهَا مِنْ ذُرِّيَّتِهِ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، وَجَعَلَ بَيْنَ عَيْنَيْ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ وَبِيصًا مِنْ نُورٍ، ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى آدَمَ فَقَالَ: أَيْ رَبِّ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ ذُرِّيَّتُكَ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!