KHUTBAH JUMAT | I'tikaf di Mesjid
Dengannya Nabi beritikaf, sembari memburu malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan tersebut. Sayyidah Aisyah ra meriwayatkan:
كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Rasulullah saw sering beri’tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, dan beliau bersabda: 'Beri’tikaflah kalian pada Lailatul Qadar di 10 malam terakhir bulan Ramadan'.” (Al-Bukhari)
Jamaah kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Sebab Lailatul Qadar itu terdapat di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, maka ketika kita memaksimalkan diri untuk beribadah kepada Allah dengan beri’tikaf di masjid, maka potensi segala dosa kita diampuni akan semakin besar.
Sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad saw dalam haditsnya:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Siapa saja yang beribadah pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan berniat karena Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!