KHUTBAH JUMAT | Islam, Tradisi, dan Toleransi
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Dalam konteks kebinekaan yang ada di Indonesia, Islam hadir dalam kesejukan dan mampu membuat perombakan besar dalam tatanan kehidupan di nusantara. Perubahan ini tidak terjadi secara instan atau serta merta. Butuh waktu bagi Wali Songo untuk memasukkan nilai-nilai Islam.
Akselerasi dakwah pun akhirnya dilakukan dengan menjadikan tradisi sebagai salurannya. Media gamelan, seni wayang, dan berbagai tradisi bangsa Indonesia mampu diwarnai dengan keislaman dan ketauhidan dengan tidak serta merta langsung menyalahkan sepenuhnya tetapi juga tidak membenarkan semuanya.
Dakwah yang dicontohkan Wali Songo mampu mengganti muatan-muatan tradisi lokal yang bertentangan dengan ajaran dasar Islam, tanpa memicu polemik dan konflik terlebih penentangan yang mengakibatkan pertumpahan darah.
Kita pun wajib bersyukur karena keberhasilan dakwah Wali Songo dan toleransi bangsa Indonesia yang mampu terjaga sampai saat ini, menjadikan Indonesia percontohan dunia dalam kerukunan.
Banyak tempat ibadah yang berdekatan bahkan berdampingan di Indonesia dan umatnya hidup rukun dan damai. Keragaman dan kedamaian seperti ini sangat langka ditemukan di berbagai penjuru dunia.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Dengan kondisi damai seperti ini, kita bisa merasakan sendiri ketenangan dan kekhusuan beribadah tanpa ada gangguan konflik dan peperangan. Anugerah ini harus kita syukuri dengan menjaga serta meningkatkan toleransi pada setiap perbedaan. Jangan karena ulah segelintir orang yang merasa paling benar sendiri, kita ikut-ikutan bertindak intoleran dan terprovokasi sehingga memunculkan ketidakharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!