KHUTBAH JUMAT | Dunia Antara Hakikat dan Salah Sangka
Namun, di mana orang yang berpandangan seperti ini? Betapa sedikit dan betapa langka. Kita memohon kepada Allah mudah-mudahan kita termasuk di antara mereka.
Sering kita lihat, dunia yang rendah di sisi Allah ini menyebabkan terbunuhnya seseorang. Terputusnya silaturahim. Durhaka kepada kedua orang tua. Memakan harta yang haram.
Demi Allah, mereka tertipu dengannya. Dengan warna-warninya sehingga kita berlomba-lomba untuk menjadi paling unggul di dalamnya, untuk mendapatkannya, untuk mengumpulkannya melebih orang-orang selain kita. bahkan sampai menghalalkan yang haram. Sehingga patokan kesuksesan itu adalah siapa yang paling banyak mengumpulkan dunia.
Kita memohon kepada Allah agar memberikan kita kemampuan untuk mengambil pelajaran. Dan membimbing kita termasuk orang-orang yang menjadikan dunia ini sebagai wasilah untuk menaatinya. Dan menjauhkan hati kita dari cinta dunia. Melindungi kita dari fitnahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mampu dan Maha kuasa atas segala sesuatu.
Ibadallah,
Sesungguhnya kehidupan dunia ini dengan segala yang ada di dalamnya, harta, istana, emas, perak semuanya akan berakhir dengan kematian. Hal itu tidak bisa terelakkan. Allah Ta’ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنْ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!