KHUTBAH JUMAT | Berlomba dalam Kebaikan
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ .
Artinya: "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Al-Baqarah, 148).
Agama mengajak kita untuk berlomba secara berjamaah. Filosofi lebah sebagaimana yang diibaratkan Rasulullah yakni perumpamaan kaum Muslimin yang memberi manfaat kepada yang lain.
Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadist riwayat Imam Baihaqi:
مَثَلُ المؤمنِ كمَثَلِ النَّحلَةِ ؛ إن أكَلَتْ أكَلَت طَيِّباً ، وإن وَضَعَت وَضَعت طَيِّباً ، وإن وَقَعت على عُودٍ نَخِرٍ لَم تَكسِرْهُ, و مَثَلُ المؤمنِ مَثَلُ سَبيكَةِ الذَّهَبِ ؛ إن نَفَختَ علَيها احمَرَّت ، وإن وُزِنَت لَم تَنقُصْ.
Artinya: "Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti lebah, ketika memakan, tidak pernah memakan kecuali makanan yang baik. Ketika meninggalkan sesuatu atau memberi sesuatu, tidak pernah kecuali yang baik, ketika menginjak dahan tidak pernah merusaknya. Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti lantakan emas ketika dibersihkan akan mengkilat dan ketika ditimbang tidak pernah kurang." (HR. Imam Baihaqi).
Lomba yang disebut dalam Al-Qur'an sendiri selalu berkembang dengan semangat optimis. Ciri khas Muslim sejati adalah selalu menjadi pemenang yakni menang bersama-sama. Yakni sebagai pemenang di kehidupan dunia dan akhirat.
Allah berfirman:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!