KHUTBAH JUMAT | Amanah dan Kejujuran
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Di tengah krisis kepercayaan publik yang kian meluas, kejujuran dan amanah menjadi dua pilar utama yang harus terus kits jaga dan kita tegakkan bersama-sama. Ketika kejujuran hilang dan amanah diabaikan, maka hancurlah tatanan masyarakat dan runtuhlah kepercayaan yang menjadi fondasi kehidupan bersama.
Allah SWT dalam Al-Qur'an menyinggung secara tegas betapa beratnya sebuah amanah. Saking beratnya, Allah pernah menawarkan amanah tersebut kepada makhluk-makhluk besar ciptaan-Nya, seperti langit, bumi, dan gunung-gunung, namun semuanya menolak, karena khawatir akan berkhianat terhadapnya. Namun ketika amanah itu ditawarkan kepada manusia, ia menerimanya. Sayangnya, penerimaan itu tidak selalu diiringi dengan kesadaran dan tanggung jawab yang penuh.
Beberapa orang di antara kita benar-benar bertanggung jawab, ada pula justru menyepelekannya, menyalahgunakannya, bahkan mengkhianatinya. Maka Allah pun menyebut bahwa manusia itu, pada hakikatnya, sering berlaku zalim terhadap dirinya sendiri dan jahil (bodoh) karena tidak memahami besarnya beban yang ia pikul. Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْأِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً
Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.” (QS Al-Ahzab, : 72).
Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi dalam kitab Tafsir wa Khawathirul Umam, jilid I, halaman 789, menjelaskan bahwa sesungguhnya seluruh alam semesta pernah ditawari oleh Allah untuk memikul amanah. Namun, langit, bumi, dan gunung-gunung semuanya menolak. Sebab, mereka sadar betapa beratnya memikul sebuah amanah. Mereka takut tidak mampu menunaikannya dengan sempurna.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!