KHUTBAH JUMAT | Akhir Ramadan
Selain itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya beribadah sendirian, akan tetapi beliau mengajak keluarganya untuk menghidupan malam-malam terakhir di bulan Ramadan. Keterangan ini sebagaimana disampaikan oleh Zainab binti Salamah, istri Rasulullah,
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَقِيَ مِنْ رَمَضَانَ عَشْرَةُ أَيَّامٍ يَدَعُ أَحَدًا مِنْ أَهْلِهِ يُطِيقُ الْقِيَامَ إِلَّا أَقَامَهُ
Artinya, "Nabi Muhammad saw, ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan tiba, beliau tidak pernah membiarkan anggota keluarganya yang mampu untuk melakukan salat malam (qiyamul lail) untuk meninggalkannya. Beliau selalu mengajak mereka untuk bangun dan shalat." (Riwayat yang disampaikan oleh Zainab binti Salamah, dikutip oleh Ibnu hajar al-‘Asqallani dalam Fathul Bari) (Ibnu Hajar al-‘Asqallani, Fathul Bari, , jilid IV, hal. 269).
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah
Selain menghidupkan malam-malam hari di sisa bulan suci Ramadan, kita juga dapat melengkapi ibadah-ibadah individual kita seperti shalat, puasa dan i’tikaf dengan ibadah-ibadah sosial.
Bulan Ramadan menjadi momen penting bagi kita untuk berbuat baik kepada orang-orang di sekitar kita semua.
Berbuat baik di bulan Ramadan dapat diimplementasikan salah satunya dengan berbagi dan bersedekah, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. Tentunya sedekah-sedekah di sini bukanlah zakat, sebab zakat sudah menjadi kewajiban bagi yang mampu melakukannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!