Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

KHUTBAH JUMAT | Adab-adab di Masjid

ED
Jumat, 6 Januari 2023 | 05:51 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Adab-adab di Masjid

VISI.NEWS -

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَصَمَ القُلُوْبَ مِنَ الضَّلَالِ وَمَسَارِبِ التَفَاهَةِ، أَحْمَدُهُ – سُبْحَانَهُ – وَأَشْكُرُهُ، عَلَى كُلِّ خَيْرٍ وَفَضْلٍ وَزِيَادَةٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، غَمَرَ النُفُوْسَ بِالإِيْمَانِ وَالسَعَادَةِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ القُدْوَةُ المُثْلَى فِي الحُكْمِ وَالقِيَادَةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ قَادُوْا الأُمَّةَ لِلْسِيَادَةِ وَالرِيَادَةِ.

أَمَّا بَعْدُ:

فأُوصِيكم ونفسي بتقوَى الله، قال اللهُ تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ (آل عمران: 102).

Ibadallah,

Bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Karena hanya dengan bertakwa kepada Allah seseorang dapat menggapai kesuksesan di dunia dan akhiratnya. Allah Ta’ala memerintahkan kita agar bertakwa kepada-Nya. Perintah itu terdapat dalam banyak ayat. Di antaranya:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

Ibadallah,

Masjid adalah rumah Allah Ta’ala. Siapa mengaku cinta kepada Allah, tentu dia pasti mencintai rumah-Nya. Dan pasti dia akan banyak datang ke masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من توضأ وجاء إلى المسجد فهو زائر الله . حقّ على المزور أن يكرم زائره

“Siapa yang berwudh dan berangkat menuju masjid, maka dia adalah orang yang berkunjung kepada Allah. Sepantasnya orang yang dikunjungi memuliakan mereka yang datang berkunjung.” .

Dan tentu saja tidak diragukan lagi, seseorang akan mendapatkan pemuliaan yang paling besar dan pemberian yang paling utama dari penguasa alam semesta. Ia akan mendapatkan ketenangan di hari kiamat. Hari dimana semua orang kebingungan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ – وعد منهم – وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ

“Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: -di antara mereka adalah- …seorang yang hatinya bergantung ke masjid…”

Demikian juga orang yang menunggu salat wajib setelah mengerjakan salat wajib lainnya. Orang yang demikian menunjukkan bukanlah orang yang mengerjakan salat karena merasa berat sehingga bagaimana caranya ia bisa segera menyelesaikannya. Tapi ia malah menunggunya usai mengerjakan salat wajib.

Dan orang-orang yang duduk menunggu salat di masjid, mereka juga akan mendapat doa dari para malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ ، مَا لَمْ يُحْدِثْ ، تَقُولُ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Malaikat senantiasa mendoakan kalian selama ia duduk di tempat masjid di tempat salatnya. Selama ia tidak batal wudu. Malaikat itu berdoa, “Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia.” .

Ibadallah,

Namun untuk melakukan ibadah di masjid dan berdiam diri di masjid, kita juga perlu mengetahui adab-adabnya. Dan kita juga perlu tahu mana kebiasaan yang keliru tatkala mengunjungi masjid dan berada di dalamnya.

Pertama: hendaknya seseorang mengagungkan masjid. Mensucikannya dari kesyirikan, amalan-amalan yang tidak dituntunkan, najid, sesuatu yang kotor, dan semua yang termasuk bentuk mengagungkan masjid. Allah Ta’ala berfirman,

ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”

Demkian juga dengan firman-Nya,

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya.” .

Kedua: mengenakan pakaian yang baik. Termasuk mengenakan pakaian yang baik adalah mengenakan tutup kepala dengan peci atau kopiah saat akan ke masjid atau saat mengerjakan shalat. demikianlah yang diperintahkan Allah kepada kita. sebagaimana firman-Nya,

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.”

Ketiga: menjaga salat lima waktu agar senantiasa dikerjakan di masjid. Walaupun rumah cukup jauh dari masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ فِي جَمَاعَةٍ

“Orang yang paling besar pahalanya dalam salat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu salat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya kemudian tidur.”

Dan dalam suatu periwayatan Abu Kuraib disebutkan; “Hingga ia tunaikan shalat bersama imam secara berjamaah.”

Di antara adab ke masjid adalah bersegera menjawab panggilan adzan. Bersegera berangkat menuju masjid dalam kondisi apapun. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang sahabat yang buta, rumahnya jauh dari masjid, dan terdapat ancaman saat menuju masjid.

هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

“Apakah engkau mendengar panggilan untuk shalat”? Ia menjawab, “Iya.” Kata Nabi, “Datangi (masjid).”

Bagaimana lagi kiranya dengan orang-orang yang lebih mendapatkan kemudahan dari sahabat ini? Ia melihat dan jalannya mudah. Oleh karena itu, kita perlu mengoreksi diri kita.

Ibadallah,

Termasuk sunnah juga saat pergi ke masjid adalah mempraktikkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Dari Abu Humaidi As-Sa’idi, ia berkata, “Rasulullah shallallahu bersabda, ‘Apabila salah seorang dari kalian ingin masuk ke dalam masjid, maka hendaknya dia mengucapkan salam kepada Nabi SAW, kemudian membaca ‘Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu’. Dan apabila ingin keluar dari masjid, maka hendaklah membaca doa ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mengharap karunia-Mu’. ”

Adab lainnya adalah mengerjakan salat dua rakaat sebelum duduk. Atau yang dikenal dengan nama salat tahiyatul masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

“Bila salah seorang dari kalian masuk masjid janganlah duduk hingga salat dua rakaat.” .

Apabila Anda memasuki masjid saat salat Jumat bertepatan dengan muadzin sedang mengumandangkan azannya, maka jangan tunggu ia selesai. Akan tetapi lakukanlah salat tahiyatul masjid. Tujuannya adalah supaya kita tidak tertinggal. Sebagian pun dari khutbah yang disampaikan khotib.

Lalu, bagi orang-orang yang memakan bawang atau sesuatu yang menyebabkan nafasnya bau, jangan langsung datang ke masjid sebelum ia menghilangkan bau mulutnya. Karena bau mulutnya bisa mengganggu jemaah lain yang hadir di masjid. Demikian juga dengan bau badan.

Dan termasuk adab di masjid juga adalah kita tidak mengangkat suara saat di masjid. Tidak berteriak atau tertawa terbahak-bahak. Jangankan ngobrol, membaca Al Quran dengan suara tinggi hingga mengganggu jemaah lain yang sedang beribadah, itu saja terlarang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal tersebut.

فقد كاد عمر رضي الله عنه أن يضرب رجلين رفعا أصواتهما في المسجد

“Hampir saja Umar radhiallahu ‘anhu memukul dua orang yang mengangkat suara mereka di masjid.”

Termasuk adab di masjid juga, seseorang menjauhi permusuhan dan sibuk dengan urusan dunia di dalam masjid. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الشِّرَاءِ وَالْبَيْعِ فِي الْمَسْجِدِ وَأَنْ تُنْشَدَ فِيهِ الْأَشْعَارُ وَأَنْ تُنْشَدَ فِيهِ الضَّالَّةُ وَعَنْ الْحِلَقِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَبْلَ الصَّلَاةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam melarang berjual beli di dalam masjid, melarang membacakan syair dan melantunkan (lagu) yang menyesatkan, serta melarang mencukur rambut pada hari Jumat sebelum salat Jumat.”

Dan haram bagi seseorang yang mendengarkan azan saat sedang berada di dalam masjid untuk keluar meninggalkan masjid. Kecuali memang ada uzur. Setelah ia menunaikan salat, baru ia boleh keluar.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah melihat seseorang yang keluar masjid saat azan telah berkumandang. Ia berkata,

أما هذا فقد عصى أبا القاسم صلى الله عليه وسلم.

“Adapun dia, dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Di antara amal kebajikan agar kemaslahatan dan kebaikan di masjid terjaga adalah menjaga kebersihan masjid. Di dalam hadis dijelaskan,

عُرِضَتْ عَلَيَّ أُجُورُ أُمَّتِي حَتَّى الْقَذَاةُ يُخْرِجُهَا الرَّجُلُ مِنْ الْمَسْجِدِ

“Telah diperlihatkan kepadaku pahala-pahala umatku hingga perbuatan seseorang yang mengeluarkan kotoran dari masjid.”

Oleh karena itu, seandainya kita melihat kotoran yang ada di masjid jangan tunggu orang lain menyingkirkannya. Kita ambil peluang tersebut untuk mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah Ta’ala.

Dan perlu juga kita perhatikan, kita jaga masjid dari anak-anak dan orang yang gila yang berpotensi membuat suasana masjid gaduh, tidak kondusif, dan sulit untuk khusyuk beribadah. Anak-anak kita motivasi datang ke masjid.

Terutama bagi mereka yang sudah lebih dari tujuh tahun. Kita ajarkan kepada mereka adab-adab ini. Kita ajarkan mereka memuliakan dan menghormati masjid.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلَّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ؛ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

@fen/sumber: khotbahjumat.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.