KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim
Memutus tali silaturahmi merupakan perbuatan yang sangat dibenci dalam Islam. Ketika seseorang berdoa agar hubungan dengan saudaranya terputus atau memohon sesuatu yang mengandung dosa, ia telah menjadikan doanya sebagai sarana untuk keburukan. Padahal, doa seharusnya menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah, bukan alat untuk melampiaskan kebencian atau permusuhan.
Rasulullah Saw. bersabda:
مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ
Artinya: "Tidaklah seseorang berdoa melainkan Allah akan memberikan apa yang dimintanya atau menghindarkan darinya keburukan yang sepadan dengannya, selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutus hubungan kekerabatan." (HR. At-Tirmidzi).
Dari uraian di atas, kita belajar bahwa terkabulnya doa tidak hanya bergantung pada kesungguhan saat bermunajat, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas kehidupan kita. Menjaga kehalalan rezeki, menjauhi kezaliman, menaati perintah Allah, serta memelihara tali silaturahmi merupakan bagian dari ikhtiar agar doa-doa kita lebih dekat kepada ijabah.
Semoga Allah Swt. membersihkan hati kita, melapangkan jalan bagi terkabulnya doa-doa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa taat, rendah hati, serta istiqamah dalam kebaikan. Āmīn yā rabbal 'ālamīn.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!