KHUTBAH IDUL ADHA | Belajar dari Nabi Ismail

ED
Kamis, 29 Juni 2023 | 04:38 WIB
Bagikan
KHUTBAH IDUL ADHA | Belajar dari Nabi Ismail

Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala alih wa sahbih, yang telah sukses menjadi contoh dan teladan bagi kita semua, baik dalam berucap, bertindak, maupun berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, beserta para sahabat, keluarga, dan semua pengikutnya yang senantiasa berusaha untuk mengikuti seluruh jejak langkahnya.

Selanjutnya, melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak kepada diri khatib sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan salat sunnah Idul Adha ini, untuk terus berusaha dan berupaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Karena hanya dengan modal takwa, kita semua bisa menjadi hamba yang selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Ma’asyiral Muslimin jamaah salat Idul Adha yang dirahmati Allah Salah satu sejarah penting yang berhubungan dengan perayaan hari raya Idul Adha adalah sejarah tentang ketegaran jiwa Nabi Ismail di saat mendapatkan ujian dari Allah, berupa menjadikan dirinya sebagai kurban untuk disembelih.

Kisah ini akan terus dikenang oleh kita semua, dan menjadi pelajaran penting untuk terus tumbuh sebagai manusia yang tegar dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Alkisah, suatu saat ketika Nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak yang sudah sangat ia dambakan sejak dahulu, ternyata dalam tidurnya bermimpi menyembelih dan mengurbankan putra tersayangnya itu. Saat itu, Nabi Ismail sudah bisa membantu ayahnya dalam setiap pekerjaan-pekerjaannya. Ia sudah tumbuh menjadi anak yang bisa bertanggung jawab. Sebagian ada yang mengatakan umur 7 tahun, dan ada juga yang mengatakan sudah berumur 13 tahun.

Menyikapi mimpinya itu, Nabi Ibrahim sangat bingung dan gelisah. Ia tidak lantas membenarkan, namun tidak pula mengingkari. Ia merenunginya beberapa kali, dan memohon kepada Allah untuk memberi petunjuk yang benar kepadanya.

Setelah malam yang sangat membingungkan itu selesai, ternyata malam kedua juga datang kepadanya mimpi yang sama, begitupun dengan malam ketiga. Setelah mimpinya yang ketiga, barulah ia meyakini dan membenarkan, bahwa mimpi itu benar-benar nyata dan harus dilaksanakan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.