Ketum DPP Partai Golkar: Tranfortasi Dijital itu Boleh, Tapi Fundamentalnya Jangan Ditinggalkan"
Perpu Ciptakerja, kata Airlangga, sudah dilaksanakan, dengan didukung 50 Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang ditandatangan sekaligus oleh Presiden. "Indonesia satu-satunya negara yang selama Covid bisa melakukan transformasi. Kita berhasil menyelesaikan agenda G-20. Bahkan di akhir tahun dari Harvard University dan Business School milih pembelajaran ke Indonesia. Tahun ini Indonesia juga memimpin Asean. Dunia sekarang juga melirik ke Indonesia. Untuk pertama kalinya G-20 diset bukan oleh G-7, tapi oleh orang-orang Indonesia," katanya.
Pola kerja untuk menyiapkan itu, kata Airlangga, juga kreatif. "Contohnya, saat kita menghendel 20 senior official, maka mereka kita simpan di Pinisi. Kita bisa kerja sambil lihat sunset, yang tidak tinggal kita lempat ke laut, yang tidak selesai kita serankan ke komodo. Maka, mau tidak mau mereka tidak bisa out, dan mempersiapkan pekerjaan full. Salah satu hasilnya, saat G-20 tidak ada foto bersama, tapi satu-satu delegasi difoto bersama presiden diiringi lagu, sehingga masing-masing merasa dihargai," ungkapnya.
Banyak kebijakan yang bisa kita buat, namun harus ada dukungan politik, harus didukung oleh parlemen untuk dukungan anggarannya. "Karya dan kekaryaan, karena pada hakekatnya manusia hidup untuk berkarya, berkarya untuk hidup," ungkapnya.
Di DPP Partai Golkar, kata Airlangga Hartarto, hampir 70%-nya bergelar doktor. Dari jumlah tersebut, 50% lebih jebolan Unpad. Dengan lulus S3, maka katanya, tingkat membacanya juga jadi meningkat. "Inilah yang menjadikan Golkar terus berkarya, karena kalau sudah jadi doktor tidak mungkin tidak membaca. Kata Rasulullah, Iqro, bacalah…..”.
Airlangga juga mengingatkan, tantangan ke depan sangat besar dan komplek. Tantangan baru akibat perang belum berakhir, eskalasi perang Rusia dan Ukraina semakin meningkat, krisis terus berlangjut, ketahanan pangan juga terus berlanjut karena sekarang pantai utara banjir, tapi tahun depan akan menghadapi kekeringan. "Persoalan banjir hari ini dan persoalan La Nina yang bisa mengakibatkan kekeringan di tahun depan," tandasnya.@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!