Ketum DPP LDII: Dunia Akui Islam Indonesia Damai, Politisasi Identitas Tidak Relevan di Pilpres 2024

ED
Jumat, 26 Mei 2023 | 11:53 WIB
Bagikan
Ketum DPP LDII: Dunia Akui Islam Indonesia Damai, Politisasi Identitas Tidak Relevan di Pilpres 2024

VISI.NEWS | SURABAYA - Sekretaris III Kedubes Federasi Rusia, Dmitry Kostin, berkunjung ke kantor DPP LDII, Jakarta, pada Senin (22/5) lalu. Ia memuji Islam di Indonesia yang damai, jauh dari kekerasan. Ia membandingkan dengan masalah kekerasan atau terorisme di Eropa, yang selalu dikaitkan dengan kelompok Islam.

Pujian dari Kostin kerap terdengar, bahkan dari negara-negara lain, “Ini menunjukkan Islam di Indonesia cinta damai dan ramah. Maka, politisasi identitas yang biasanya ditimpakan ke kelompok Islam atau nasionalis setiap Pemilu sudah tidak relevan. Masyarakat Indonesia cukup cerdas untuk tidak terpancing komunikasi politik populis,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, saat ditemui VISI.NEWS di ruangan kerjanya di Surabaya, pada Kamis (25/5).

Ia mengajak para simpatisan, bahkan mesin parpol berhenti untuk mempolitisasi agama hanya karena keinginan memenangi Pemilu, “Adab dalam agama dan nilai-nilai moral bangsa Indonesia tidak pernah memberi ruang untuk menjelekkan-jelekkan pihak lain, demi keuntungan diri sendiri,” kata KH Chriswanto.

Ciri komunikasi politik populis yang selalu menyalahkan pihak lain, menurut KH Chriswanto taruhannya terlalu besar, yakni persatuan dan kesatuan bangsa, “Perjuangan sejak 1928 untuk menyatukan bangsa ini bisa sia-sia. Berbagai suku bangsa di nusantara merintis persatuan dan kesatuan ini nyaris seabad dan bisa berantakan hanya karena pesta demokrasi lima tahunan,” tuturnya.

Menjadi nasionalis ataupun nasionalis yang agamis, itu hanya pilihan individu dalam mencintai Indonesia. Untuk itu KH Chriswanto meminta semua pihak tidak mempolitisasi agama, ataupun menggunakan kekerasan atas nama agama.

Senada dengan KH Chriswanto, Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII KH Aceng Karimullah mengatakan, keindahan umat Islam di Indonesia karena selalu memberikan ruang bagi pemeluk agama untuk berekspresi, “Umat Islam Indonesia memiliki keyakinan Indonesia bukan hanya milik kaum muslim saja. Sebagai mayoritas, umat Islam juga tidak memaksakan kehendak,” kata Kyai Aceng.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.