Ketegangan Lama Mencuat Lagi, Turki dan Yunani Kembali Berhadapan di Laut Aegea
Akar konflik ini membentang puluhan tahun, mencakup sengketa landas kontinen, hak eksplorasi sumber daya alam, hingga batas laut teritorial. Turki mengusung doktrin Blue Homeland yang memperluas klaim maritimnya, sementara Yunani berpegang pada Konvensi Hukum Laut PBB 1982, yang memungkinkan perluasan laut teritorial hingga 12 mil laut dalam kondisi tertentu.
Yunani menegaskan hak tersebut tetap mereka miliki, meski penerapannya di Aegea berpotensi memicu eskalasi serius.
“Hak itu tetap ada,” ujar Menteri Pertahanan Yunani Nikos Dendias.
Secara hukum internasional, Mahkamah Internasional di Den Haag kerap disebut sebagai jalan keluar. Namun hingga kini, kedua negara belum pernah sepakat membawa sengketa tersebut bersama-sama ke meja hijau.
Pertemuan tingkat tinggi pekan depan di Ankara dipandang sebagai peluang meredakan ketegangan, namun sejarah panjang kecurigaan membuat harapan itu tetap diselimuti tanda tanya. Di tengah dunia yang sudah diwarnai berbagai konflik lain, Laut Aegea kembali menjadi titik panas yang menyita perhatian kawasan dan sekutu NATO. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!