Kesalahan Lampu Sein dan Stigma Pengemudi Wanita di Jalan Raya
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 8 Maret 2025 | 23:35 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Di jalan raya, kerap terjadi fenomena salah penggunaan lampu sein, terutama di kalangan pengemudi perempuan. Misalnya, saat hendak berbelok ke kiri, pengendara justru menyalakan sein ke kanan, atau sebaliknya. Selain itu, beberapa pengemudi wanita juga diketahui melakukan pergerakan mendadak, seperti berpindah jalur atau melakukan putar balik secara tiba-tiba.
Fenomena ini berkontribusi pada stigma bahwa perempuan kurang mahir dalam berkendara. Menurut Digit Megandari, seorang trainer dari Safety & Defensive Riding by IAABL, hal ini terjadi akibat kurangnya edukasi dan pelatihan berkendara yang aman bagi perempuan. Ia menekankan bahwa mengemudi memerlukan teknik khusus, terutama dalam melakukan manuver seperti menikung atau menyalip kendaraan lain.
“Berkendara itu ada tekniknya, posisi di atas motor saja ada standarnya, perlu training. Apalagi mereka berkendara dengan jarak tempuh yang jauh, masuk jalan umum yang didominasi oleh kendaraan besar,” imbuh Digit.
Digit menjelaskan bahwa sebelum menyalip, pengendara sebaiknya menyalakan lampu sein selama tiga detik, kemudian membunyikan klakson, dan memastikan kondisi jalan aman. Sayangnya, banyak pengemudi wanita yang belum memahami standar keamanan tersebut.
Lebih lanjut, Digit menyoroti bahwa sebagian besar pengemudi memperoleh SIM secara administratif saja, tanpa kompetensi berkendara yang memadai. Padahal, berkendara memiliki risiko kecelakaan yang berpotensi fatal. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan dan edukasi berkendara yang lebih baik guna meningkatkan keselamatan dan mengurangi stigma negatif terhadap pengemudi perempuan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!