Kerusakan Pabrik Kelapa Sawit Swasta di Banten Picu Antrian Panjang di PKS Kertajaya dan PKS Cikasungka

ED
Senin, 28 Oktober 2024 | 20:45 WIB
Bagikan
Kerusakan Pabrik Kelapa Sawit Swasta di Banten Picu Antrian Panjang di PKS Kertajaya dan PKS Cikasungka
VISI.NEWS | BANTEN - Kerusakan pada satu pabrik kelapa sawit swasta di Banten telah menyebabkan antrian panjang di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kertajaya milik PTPN di Pandeglang. Selain itu, antrian truk tandan buah segar (TBS) dari masyarakat juga terlihat di PKS Cikasungka, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kemacetan ini merupakan hasil dari langkah Manajemen PTPN IV PalmCo, yang kini mengelola PKS tersebut, untuk memastikan bahwa tandan buah segar sawit dari masyarakat di Banten dan Jawa Barat dapat terserap dengan baik. “Sudah sekitar satu minggu pabrik swasta di sini rusak. Sedangkan di Banten dan Jawa Barat sekitarnya itu PKS cuma ada tiga. PKS Kertajaya dan Cikasungka milik PTPN, dan satunya lagi pabrik swasta punya,” ujar Manajer Kebun PKS Kertajaya Ukhri Hatmoko. Ukhri mengungkapkan bahwa telah tercapai kesepakatan dengan petani, yang difasilitasi oleh Apkasindo setempat, mengenai penerimaan dan peningkatan pasokan tandan buah segar (TBS). “Sebelumnya kita sudah bersepakat untuk menaikkan volume penerimaan TBS petani, baik plasma maupun swadaya. Baik yang selama ini memasok ke kita atau hanya memasok ke pabrik swasta saja sudah kita tingkatkan dari 250 ton menjadi 300 ton sehari,” terangnya. Ukhri mengakui bahwa meskipun kapasitas penerimaan tandan buah segar (TBS) masyarakat telah ditingkatkan, masalah masih belum teratasi. Saat ini, kapasitas PKS Kertajaya dan Cikasungka hanya mencapai 1.500 ton per hari. “Walau sudah ditambah, antrian masih sangat panjang. Sampai 150 truk lebih,” tuturnya. Menanggapi situasi ini, Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rizal H Damanik, menegaskan bahwa perusahaan akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu mengatasi masalah penerimaan tandan buah segar (TBS) masyarakat yang terganggu akibat kerusakan pabrik swasta yang sebelumnya menampung sawit petani di Banten, khususnya di kawasan Pandeglang.
Dalam hal kapasitas pengolahan, PKS Kertajaya dan Cikasungka milik PTPN memiliki kapasitas masing-masing sebesar 60 ton dan 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Sementara itu, satu pabrik swasta lainnya hanya mampu mengolah 30 ton TBS per jam dan telah mengalami kendala beberapa kali. “Sebenarnya dua pabrik yang ada di Pandeglang  sudah mampu menampung produksi TBS petani yang ada di Banten,” pungkasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.