Kerusakan Hutan Amazon Catat Rekor Terendah

Desi Rossilawati
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:11 WIB
Bagikan
Kerusakan Hutan Amazon Catat Rekor Terendah

Hutan Amazon./visi.news /

VISI.NEWS - Kabar baik datang dari Hutan Amazon. Data terbaru Lembaga Nasional untuk Penelitian Luar Angkasa Brasil (Inpe) melalui Sistem Deteksi Deforestasi Real-Time (Deter) menunjukkan angka peringatan kerusakan hutan di kawasan Amazon pada 2026 mencapai titik terendah sejak sistem pencatatan tersebut dimulai.

Berdasarkan data Deter, luas wilayah Hutan Amazon yang mendapat peringatan pembalakan liar mencapai 2.874 kilometer persegi. Angka tersebut turun lebih dari sepertiga dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 4.495 kilometer persegi.

Data tersebut dihitung untuk periode 12 bulan, mulai Agustus 2025 hingga Juli 2026. Inpe menyatakan penurunan tersebut meningkatkan peluang Brasil mencatat rekor penurunan deforestasi ketika data final dirilis dalam beberapa bulan mendatang.

Angka 2.874 kilometer persegi juga menjadi yang terendah sejak sistem Deter mulai mencatat data pada 2016. Sistem tersebut memanfaatkan citra satelit dengan waktu pengamatan yang hampir langsung untuk membantu mengarahkan inspeksi lingkungan oleh lembaga lingkungan hidup pemerintah Brasil.

Namun, karena memiliki resolusi yang lebih rendah, luas pasti wilayah yang mengalami deforestasi nantinya akan dihitung melalui sistem Inpe lainnya, yakni Prodes.

Selama masa jabatan ketiga Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, luas wilayah Hutan Amazon yang mendapat peringatan kerusakan tercatat mencapai 19.642 kilometer persegi. Angka tersebut turun 41 persen dibandingkan periode 2019-2022.

Penurunan kerusakan hutan juga berdampak terhadap emisi karbon Brasil. Separuh dari total emisi karbon negara tersebut berasal dari perusakan hutan.

Menurut Sistem Perkiraan Emisi Gas Rumah Kaca, sebuah inisiatif dari LSM Brasil Observatório do Clima, penurunan kerusakan hutan tersebut berhasil mencegah pelepasan 2,238 miliar ton CO2. Jumlah tersebut setara dengan total emisi kotor Brasil selama satu tahun.

Sekretaris Eksekutif Observatório do Clima Marco Astrini menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan perlindungan lingkungan yang dijalankan pemerintah Brasil.

“Angka-angka yang ditunjukkan hari ini adalah sejarah, hasil dari kebijakan perlindungan lingkungan yang serius, dan membuktikan bahwa komitmen negara untuk menghentikan serta memulihkan pembalakan hutan pada 2030 sangat mungkin dicapai," ungkap Marco Astrini, Sekretaris Eksekutif Observatório do Clima.

Astrini juga menilai penurunan deforestasi menjadi salah satu kontribusi penting Brasil dalam upaya penanganan perubahan iklim.

“Penurunan angka deforestasi ini adalah warisan lingkungan terbesar dari pemerintahan Lula dan salah satu kontribusi terbesar bagi penanganan iklim dunia dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, penghentian total perusakan hutan baru bisa terwujud jika ada perubahan besar di Parlemen, serta diselesaikannya perbedaan pendapat di internal pemerintah sendiri,” tambahnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.