Keracunan Massal MBG, BGN Lakukan Uji Lab dan Tegur Keras Pengelola Dapur
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 13 Mei 2025 | 16:30 WIB
VISI.NEWS | BOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kota Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 214 siswa dari 9 sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, mengatakan pihaknya telah mengirim tim untuk melakukan uji laboratorium terhadap makanan dan bahan baku guna memastikan sumber pencemaran.
“Tim kami langsung mengambil tindakan untuk mengetahui penyebabnya dengan melakukan uji laboratorium mulai dari bahan serta makanan yang dimasak,” ujar Tigor, Selasa (13/5/2025).
Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban melalui kerja sama dengan puskesmas setempat dan asuransi.
Tak hanya itu, BGN juga memberi teguran keras kepada SPPG terkait, serta menjanjikan pelatihan ulang bagi petugas dapur guna mencegah insiden serupa. Apabila ditemukan ketidaksesuaian pada supplier bahan pangan, BGN menyatakan siap menghentikan kerja sama.
“Kalau sumbernya itu dari bahan makanan, jadi bahan makanannya harus kita cek dari mana asal suppliernya. Begitu kita tahu suppliernya, maka kita akan berikan teguran ke supplier tersebut. Kalau dia tidak ada perbaikan, kita setop supplier tersebut," tegas Tigor.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat, para korban tersebar dari beberapa sekolah, termasuk SMP Bosowa Bina Insani (94 korban), SDN Kedung Jaya 2 (45 korban), dan lainnya. Penyebaran kasus diduga akibat distribusi makanan dari dapur yang sama ke 12 sekolah.
BGN menegaskan, target utama program MBG adalah 'zero accident', sejalan dengan misi Presiden. Dengan 1.200 dapur yang melayani MBG secara nasional, pembenahan sistem tata kelola kini menjadi prioritas. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!