Kepala BGN: Penyaluran MBG Sesuaikan Kehadiran Siswa
VISI.NEWS | JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap diberikan sesuai dengan jadwal kehadiran siswa di sekolah. Penyaluran MBG akan dihentikan sementara saat hari libur.
Pernyataan ini disampaikan Dadan menanggapi rencana efisiensi Program MBG, yang bertujuan mengurangi jumlah pemberian makanan menjadi lima hari dalam sepekan. Langkah ini diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.
"Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari," kata Dadan dikutip dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Dadan menegaskan, di tahun 2026, BGN fokus pada peningkatan kualitas seperti instruksi Presiden Prabowo Subianto yang juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga efektivitas program. "Basis penyaluran MBG berupa makanan segar siap santap dan dikirimkan ke lokasi penerima manfaat berbasis daftar yang telah didata. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ke posyandu atau rumah, sementara siswa ke sekolah masing-masing. Santri dan anak sekolah keagamaan lainnya ke tempat mereka mondok. Jika libur, maka MBG berhenti disalurkan," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan efisiensi ini berpotensi menghemat anggaran hingga Rp40 triliun per tahun. Pemberian MBG diusulkan menjadi lima hari dalam sepekan dari sebelumnya enam hari.
Efisiensi tersebut direncanakan dilakukan dengan mengurangi jumlah hari operasional. Pemberian MBG diusulkan menjadi lima hari dalam sepekan dari sebelumnya yang enam hari. "Kan biasanya seminggu (MBG) enam hari, dia (Kepala BGN) bilang lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang saja bisa (hemat) Rp40 triliun setahun," kata Menkeu Purbaya. Menurutnya, langkah ini menunjukkan upaya BGN dalam melakukan efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak akibat konflik geopolitik global. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!