Kepala BGN Jelaskan Pernyataan soal Gizi dan Performa Timnas

Desi Rossilawati
Minggu, 23 Maret 2025 | 15:00 WIB
Bagikan
Kepala BGN Jelaskan Pernyataan soal Gizi dan Performa Timnas
VISI.NEWS | JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi setelah pernyataannya tentang hubungan antara kualitas gizi dan performa tim nasional Indonesia ramai diperbincangkan. Dadan menjelaskan bahwa pernyataannya berbasis data statistik dan bukan sekadar opini. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Dadan mengungkapkan bahwa rata-rata jumlah anggota rumah tangga pada kelompok penduduk miskin lebih besar dibandingkan dengan kelas menengah dan atas. "Saya kan sedang bercerita tentang pola pertumbuhan penduduk Indonesia berbasis data ini. Penduduk Indonesia sampai sekarang masih bertambah 6 orang per menit atau 3 juta per tahun dan masih akan terus bertambah mencapai 324 juta di 2045. Kalau melihat data itu, sumber pertambahan penduduk Indonesia bukan dari golongan kelas atas atau kelas menengah karena anggota keluarganya 2.84 untuk kelas atas dan 3.21 untuk kelas menengah," kata Dadan, Minggu (23/3/2025). Menurutnya, pertumbuhan penduduk ini lebih banyak terjadi pada kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin, bukan dari kelas menengah atau atas. Ia mencatat bahwa rata-rata anggota keluarga di kelas atas adalah 2,84 orang, sementara di kelas menengah 3,21 orang. Sebaliknya, jumlah anggota rumah tangga di keluarga miskin bisa mencapai 4,78 orang. Dadan menyoroti bahwa kondisi ini berdampak pada akses gizi seimbang bagi anak-anak Indonesia. Ia menyebut sekitar 60% anak-anak di Indonesia tidak mendapatkan asupan gizi yang mencukupi. "Kalau makan cukup nasi, bala, mie atau bihun, krupuk dan kecap. 60% juga tidak minum susu karena tidak mampu beli susu," ungkapnya. Jika kondisi ini tidak segera diintervensi oleh pemerintah, maka di masa depan anak-anak tersebut berisiko menjadi tenaga kerja produktif dengan kualitas rendah. "Mereka-mereka yang sekarang dalam kandungan, di TK, di SD, di SMP dan di SMA 20 tahun lagi akan menjadi tenaga kerja produktif yang jika tidak diintervensi dari sekarang akan menjadi tenaga kerja produktif yang berkualitas rendah karena secara fisik kurang optimal,"  sambungnya. Dadan juga menyinggung bagaimana asupan gizi dapat berpengaruh terhadap performa atlet, termasuk tim nasional sepak bola Indonesia. Menurutnya, pemain sepak bola membutuhkan daya tahan fisik yang prima untuk bertanding selama 90 menit penuh. "Nah sekarang PSSI menjanjikan dan saya senang karena 17 pemainnya adalah produk makan bergizi, meskipun belum mampu menang lawan Australia dan Jepang,". katanya. Meski demikian, ia mengakui bahwa timnas Indonesia masih harus berjuang lebih keras untuk dapat bersaing dengan negara-negara seperti Australia dan Jepang. "Khusus Jepang karena makan bergizi sudah 100 tahun sehingga IQ mereka juga rata-rata tertinggi di dunia. Selain berlatih keras, IQ bagian penting dalam olah raga termasuk sepakbola," tambahnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.