Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kenaikan PPN Menciptakan Kekhawatiran di Kalangan Ibu-ibu

Desi Rossilawati
Sabtu, 21 Desember 2024 | 02:00 WIB
Bagikan
Kenaikan PPN Menciptakan Kekhawatiran di Kalangan Ibu-ibu

VISI.NEWS | JAKARTA - Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen semakin memicu kekhawatiran di kalangan ibu-ibu, yang sering kali menjadi ujung tombak pengelolaan keuangan rumah tangga.

Kenaikan ini mengakibatkan banyak dari mereka merasa cemas terkait dengan potensi meningginya harga barang dan biaya hidup sehari-hari, yang dapat berkontribusi pada stres dalam keluarga. Psikolog Klinis Olphi Disya Arinda, M.Psi., menekankan pentingnya bagi para ibu untuk memiliki kemampuan dalam mengelola stres. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang, kemampuan untuk mengatasi stres sangat diperlukan agar ibu dapat terus memberikan pola asuh yang optimal bagi anak-anak mereka. "Dalam kondisi ekonomi yang seperti ini, perlu untuk memiliki keterampilan coping stress atau mengatasi stres yang baik," kata Olphi saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Kamis (19/12/2024). Olphi menjelaskan beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengelola stres, termasuk menjaga komunikasi yang baik di dalam keluarga, menerapkan manajemen waktu yang efektif, dan mencari dukungan sosial dari sesama ibu atau komunitas. “Penting juga untuk tidak menutup diri dan berbagi perasaan dengan orang-orang terdekat,” imbuhnya. Kenaikan PPN ini tentu saja menambah beban bagi para ibu yang sudah memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur keuangan rumah tangga. Jika tidak ditasi, kekhawatiran ini dapat memicu masalah kesehatan mental yang lebih serius, baik bagi ibu sendiri maupun dampaknya pada anak-anak. Dengan dukungan yang tepat, termasuk dari ahli seperti psikolog, ibu-ibu dapat lebih siap menghadapi tantangan ekonomi yang ada. Penting bagi mereka untuk tetap positif dan mencari solusi dalam mengelola keuangan dan stres, agar dapat menjalankan perannya dengan baik dalam keluarga. @berlin

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.