IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Kemuliaan Tak Ditentukan oleh Nasab, Belajar dari Imam Ali Zainal Abidin yang Penuh Makna

ED
Kamis, 4 Juli 2024 | 04:30 WIB
Bagikan
Kemuliaan Tak Ditentukan oleh Nasab, Belajar dari Imam Ali Zainal Abidin yang Penuh Makna

VISI.NEWS | BANDUNG - Suatu hari, Imam Ali Zainal Abidin, cucu Nabi Muhammad yang amat sholeh dan rendah hati, yang juga dikenal sebagai "As-Sajjad," tampak sedang berduka. Pipinya basah oleh air mata yang tak terbendung, memperlihatkan kegelisahan yang mendalam. Seorang temannya bertanya dengan penuh hormat, "Wahai, putra Husein yang mulia, cucu Ali bin Abi Thalib yang mulia dan cicit Nabi Muhammad, utusan Allah yang amat mulia, mengapa engkau berduka?"

Dengan suara yang tenang namun penuh kesedihan, As-Sajjad menjawab, “Saudaraku, tolong jangan bawa-bawa ayah, ibu, dan kakekku. Aku sedang memikirkan masa depanku sendiri, aku akan tinggal di mana sesudah aku meninggalkan dunia ini. Apakah aku akan selamat atau tidak? Ingatlah, di akhirat kelak tak ada lagi hubungan nasab atau keturunan yang bisa menyelamatkan seseorang, kecuali amal sholehnya masing-masing."

Kegelisahan As-Sajjad selaras dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Mu'minun ayat 101:

"Apabila terompet ditiup (kelak pada Hari Kiamat) maka tidak ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanggungjawab".

Dalam ayat lain, Allah SWT juga berfirman:

"Dan apabila terompet kedua ditiup. Hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan dari anak-anaknya. Setiap orang pada hari itu disibukkan oleh urusan dirinya sendiri". (QS. Abasa: 33-37)

Selain itu, Allah SWT juga menyatakan:

"(yaitu) di hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih". (QS. Asy-Syu'ara: 88-89)

Pengetahuan As-Sajjad yang mendalam dan kerendahatiannya menggambarkan bahwa kemuliaan seseorang di hadapan Allah bukan ditentukan oleh keturunan, jabatan, atau simbol-simbol duniawi, melainkan oleh ketakwaannya kepada Allah. Allah SWT menegaskan hal ini dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya yang paling mulia di mata Allah adalah orang yang paling bertakwa". (QS. Al-Hujurat: 13)

Nabi Muhammad juga bersabda:

"Allah tidak melihat tubuh dan rupamu, tetapi hati dan tindakanmu". (HR. Muslim)

Surga disediakan bagi mereka yang beriman dan berbuat baik, tanpa memandang asal usul, warna kulit, jenis kelamin, atau keturunan. Sebaliknya, neraka adalah tempat bagi mereka yang mengingkari atau menentang Allah dan melakukan kejahatan, tanpa memandang latar belakang mereka.

Kebijaksanaan dan kerendahhatian As-Sajjad menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya amal sholeh dan ketakwaan dalam kehidupan ini.

@uli/laduni

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.