Kemnaker Andalkan AI untuk Siapkan SDM Hadapi Era Digital
Menurut Cris, pemanfaatan AI juga memungkinkan penyusunan program pelatihan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri global. Kurikulum pelatihan dapat diperbarui secara berkala berdasarkan tren teknologi, perubahan kebutuhan perusahaan, hingga munculnya profesi-profesi baru akibat digitalisasi.
Lebih jauh, AI akan mendukung proses pengambilan keputusan berbasis bukti atau evidence-based decision making. Dengan dukungan analisis data yang lebih komprehensif, kebijakan ketenagakerjaan tidak lagi hanya bertumpu pada asumsi, tetapi didasarkan pada kondisi riil di lapangan.
Meski demikian, Cris mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya. Keberhasilan transformasi digital tetap bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan dan memanfaatkannya.
Karena itu, aparatur pemerintah maupun tenaga kerja dituntut memiliki pola pikir yang adaptif, terbuka terhadap perubahan, serta terus meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan atau continuous learning.
"Mari jadikan AI sebagai mitra strategis untuk meningkatkan layanan publik, memperkuat efektivitas organisasi, dan mendongkrak daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global," katanya.
Ia optimistis Indonesia memiliki modal besar untuk memanfaatkan AI dalam memperkuat sektor ketenagakerjaan. Jumlah angkatan kerja yang besar, budaya gotong royong, serta meningkatnya literasi digital masyarakat menjadi kekuatan yang dapat dipadukan dengan teknologi untuk menciptakan SDM yang lebih unggul dan kompetitif.
Melalui penyelenggaraan webinar tersebut, Kemnaker berharap tercipta ruang diskusi yang produktif bagi pemerintah, akademisi, praktisi, dan pelaku industri dalam merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia yang lebih modern, inklusif, dan berbasis data.
Ke depan, pemanfaatan AI diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas perencanaan tenaga kerja, tetapi juga mempercepat terwujudnya sistem ketenagakerjaan nasional yang lebih responsif terhadap perubahan industri global, sehingga tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!