Kementerian Agama Gelar Kemah Bhakti Harmoni Beragama di Sumedang
VISI.NEWS | SUMEDANG - Kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan Kemah Bhakti Harmoni Beragama untuk pertama kalinya. Acara ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dari tanggal 27 hingga 29 Desember 2022.
Kemah Bhakti Moderasi Beragama dibuka oleh Staf Khusus Menteri Agama Bidang Hubungan antar Kementerian/Lembaga, TNI - Polri, serta Kerukunan dan Toleransi, Mohammad Nuruzzaman. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pengukuhan Satuan Karya Pramuka (SAKA) Amal Bhakti Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Nuruzzaman memberikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Jawa Barat karena berhasil menggerakkan potensi Pramuka keluarga besar Kementerian Agama. "Terlebih lagi, ini merupakan Kemah Bhakti Harmoni Beragama pertama di Indonesia yang menghadirkan perwakilan umat beragama," ungkap Nuruzzaman.
Nuruzzaman menambahkan bahwa Kemah Bhakti Harmoni Beragama ini adalah bentuk kampanye baru yang inovatif, bertujuan untuk menyampaikan pentingnya menerima keragaman dan membangun kerukunan di masa depan. Ia juga menekankan bahwa para peserta kemah merupakan agen perubahan yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan, baik secara lahir maupun batin.
"Indonesia adalah negara majemuk, dan kita harus mempertahankan keragaman multikultural ini dengan menanamkan rasa hormat, toleransi, dan penerimaan terhadap perbedaan. Nilai-nilai agama yang moderat dan damai dalam masyarakat Indonesia yang majemuk harus dijunjung tinggi," kata Nuruzzaman.
Ia berharap acara ini dapat menjadi katalisator untuk konten positif yang mendukung tujuan bersama membangun masyarakat yang toleran. Selain itu, ia mendorong para peserta pramuka untuk memanfaatkan media digital dalam menyebarkan pesan-pesan agama yang moderat, inklusif, toleran, dan damai. "Mari kita jadikan ruang digital tempat yang asik bagi semua orang untuk berinteraksi tanpa merasa terganggu dengan narasi kebencian," ajaknya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!