Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Kemenag Perkuat Komitmen untuk Pesantren

Desi Rossilawati
Selasa, 1 Juli 2025 | 08:43 WIB
Bagikan
Kemenag Perkuat Komitmen untuk Pesantren
VISI.NEWS | JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan dan dukungan bagi pesantren di Indonesia, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan efisiensi fiskal nasional. Dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (1/7/2025), hal ini disampaikan Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Muadalah dan Diniyah Formal Direktorat Pesantren Kemenag, Endi Suhendi Zen, pada malam puncak Haul KH Salwa Yasin, KH Asror Hasan, dan KM. Adnan Amin Asror, serta Haflah Imtihan ke-46 Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/6/2025). “Pesantren telah lama berkontribusi besar bagi bangsa. Pemerintah sebagai khadimah (pelayan) umat ingin terus menghadirkan layanan terbaik. Soal anggaran bisa jadi lebih terbatas, tapi komitmen kami tidak berubah,” kata Endi dalam pidatonya. Sebagai contoh, lanjutnya, hingga kini baru sekitar 5.100 dari total 42.000 pesantren di Indonesia yang telah menerima bantuan inkubasi bisnis Program Kemandirian Pesantren dari Kemenag. Tahun ini ada tambahan sekitar 1.000 pesantren yang berkesempatan mendapat bantuan tersebut. “Sebenarnya ingin lebih dari itu, tapi harus maklum bersama bahwa anggaran kami pun terbatas," ungkapnya. Di sisi lain, Endi juga meminta para pengelola untuk terus melengkapi segala hal yang berhubungan dengan kepentingan pendataan pesantren di Kemenag. Menurutnya, sistem pendataan pesantren yang lemah berpotensi menjadi hambatan tersendiri. Banyak pesantren belum memperbarui data jumlah santri, guru, dan fasilitas secara digital sehingga memengaruhi alokasi bantuan. “Seringkali dana dari negara sulit dikucurkan ke pesantren hanya karena datanya tidak sinkron. Ini jadi tugas bersama, perkuat data agar bantuan mengalir lebih luas dan merata,” ujarnya. Lebih lanjut, Endi turut memuji perkembangan Pondok Pesantren Ketitang Cirebon yang telah memiliki fasilitas modern seperti studio podcast, sanitasi memadai, dan sistem pendidikan yang terus tumbuh. Ia menyebut pesantren sebagai bentuk pendidikan pertama di Indonesia yang telah berjasa sejak sebelum kemerdekaan. “Pendidikan pesantren sudah ada jauh sebelum sistem pendidikan umum dikenalkan. Kita berhutang pada para kiai dan pesantren atas segala nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan yang mereka ajarkan,” tuturnya. Malam puncak Haul dan Haflah Imtihan ke-46 ini menjadi momen penghormatan atas peran pesantren dalam menerangi masyarakat sejak masa penjajahan. Endi menutup sambutan dengan mengajak para pengasuh pesantren untuk terus menjalin sinergi dalam membangun pendidikan Islam yang lebih baik dan tertata. “Kemenag siap berdiskusi dan bekerja sama. Kita tidak boleh lelah memperjuangkan kemajuan pesantren. Meski jalan terjal, nilai-nilai Islam yang diwariskan para kiai tak boleh padam,” pungkasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.