Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Kembali Terbang dari Husein, Bandung-Bali Makin Praktis

ED
PN
Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Bagikan
Kembali Terbang dari Husein, Bandung-Bali Makin Praktis

VISI.NEWSKembali beroperasinya penerbangan pesawat jet Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung disambut antusias masyarakat. Penerbangan perdana rute Denpasar-Bandung dan Bandung-Denpasar pada Jumat (14/8/2026) dinilai memberikan kemudahan baru bagi warga yang selama beberapa tahun harus melalui Jakarta ketika bepergian dari Bandung ke Bali.

Bagi sejumlah penumpang, aktifnya kembali Bandara Husein Sastranegara bukan sekadar menghadirkan pilihan transportasi udara. Penerbangan langsung dinilai mampu memangkas waktu perjalanan, mengurangi kelelahan, sekaligus membuat mobilitas antara Bandung dan Bali menjadi lebih praktis.

Salah seorang penumpang, Santi, mengaku sangat gembira dapat kembali menggunakan penerbangan langsung menuju Bandung. Selama sekitar tiga hingga empat tahun terakhir, ia harus terbang menuju Jakarta terlebih dahulu setiap kali pulang dari Bali.

“Happy banget. Kita sudah tiga tahun, empat tahun kali ya, tiap pulang lewat Jakarta. Sekarang bisa ke Bandung lagi. Happy banget sih,” ujar Santi.

Rasa bahagia tersebut bahkan sudah muncul sesaat setelah pesawat yang ditumpanginya mendarat di Bandara Husein Sastranegara. Setelah keluar dari pesawat, Santi mengaku begitu senang karena akhirnya dapat kembali tiba langsung di Kota Bandung.

“Tadi juga keluar pesawat enggak tahu pengen teriak saja. Happy banget. Serius happy banget,” katanya.

Menurut Santi, keuntungan paling terasa dari kembali aktifnya penerbangan di Bandara Husein Sastranegara adalah efisiensi waktu. Sebelum tersedia penerbangan langsung, perjalanan pulang dari Bali harus dilanjutkan melalui jalur darat setelah tiba di Jakarta.

Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dapat menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat jam, tergantung kondisi lalu lintas. Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan melelahkan.

“Kalau ke Jakarta mah pulangnya badan sudah bubuk sampai sini. Enggak bisa jalan-jalan. Jadi dengan penerbangan ini bisa pulang langsung,” ujar Santi.

Dengan penerbangan langsung Denpasar-Bandung, ia kini dapat tiba di Bandung dalam kondisi lebih bugar dan memiliki waktu lebih banyak untuk menjalankan aktivitas. Efisiensi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia menyambut baik kembalinya penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara.

“Kalau uangnya banyak, seminggu sekali juga saya pengen pulang. Happy lah pokoknya,” kata Santi.

Santi berharap penerbangan yang kembali dibuka tersebut tidak berhenti pada rute Bandung-Bali. Menurut dia, masyarakat membutuhkan lebih banyak pilihan tujuan dan jadwal penerbangan agar Bandara Husein Sastranegara kembali menjadi salah satu pintu utama perjalanan udara warga Bandung.

“Harapannya untuk Bandara Husein ini, parkiran kembali seperti dulu lagi, ramai lagi, penerbangannya banyak lagi, ke mana-mana ada, jamnya banyak,” ujarnya.

Menurutnya, semakin banyak rute yang tersedia akan semakin memudahkan masyarakat Bandung bepergian ke berbagai daerah tanpa harus terlebih dahulu menuju Jakarta. Dengan demikian, warga dapat menghemat waktu sekaligus mengurangi biaya perjalanan tambahan yang selama ini harus dikeluarkan untuk menuju bandara di Jakarta.

Pengalaman serupa disampaikan Diajeng, warga Bandung yang tinggal di kawasan Dago. Ia menilai penerbangan langsung dari Bandung ke Bali memberikan perubahan besar terhadap mobilitasnya.

“Dari Bandung, dari Dago. Jadi sangat lebih cepat. Dari waktu sebelumnya kan ke Jakarta dulu. Sekarang sudah ada di Bandung, lebih praktis, lebih cepat,” kata Diajeng.

Diajeng mengatakan proses memperoleh tiket penerbangan juga relatif mudah. Ia mendapatkan tiket melalui layanan perjalanan dan aplikasi yang tersedia.

Dari sisi tarif, Diajeng menilai harga tiket masih cukup terjangkau, terutama ketika tersedia promo. Bahkan, menurut dia, harga tiket dari Bandung tidak jauh berbeda dengan penerbangan dari Jakarta menuju Bali.

Perbedaan utama justru terasa dari biaya perjalanan secara keseluruhan. Dengan berangkat langsung dari Bandung, penumpang tidak lagi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi darat menuju Jakarta.

“Dari harga masih sama karena ada promo. Kita dapat harga yang hampir sama kayak dari Jakarta. Cuma jadi lebih enak, enggak ada ongkos biaya lagi transportasi ke Jakarta,” ujarnya.

Bagi Diajeng, penghematan tersebut menjadi salah satu nilai tambah penting dari kembali aktifnya Bandara Husein Sastranegara. Penumpang tidak hanya mendapatkan penerbangan yang lebih dekat, tetapi juga dapat mengurangi rangkaian perjalanan sebelum dan sesudah penerbangan.

Ia berharap konektivitas penerbangan dari Bandung terus diperluas dengan membuka lebih banyak tujuan.

“Semoga lebih banyak lagi ke tempat lainnya,” katanya.

Namun, Diajeng menilai penambahan rute dan frekuensi penerbangan perlu diikuti dengan peningkatan fasilitas pendukung bandara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kapasitas area parkir serta akses jalan menuju kawasan bandara.

Menurutnya, peningkatan aktivitas penerbangan berpotensi mendatangkan lebih banyak penumpang. Karena itu, fasilitas harus dipersiapkan agar peningkatan jumlah pengguna bandara tidak menimbulkan persoalan baru.

“Parkirnya juga bisa lebih besar lagi. Dari akses perjalanan ke sininya juga agak susah, kecil jalannya. Semoga nanti bisa lebih besar lagi dan lebih mudah,” ujarnya.

Rencana pembukaan kembali penerbangan internasional dari Bandara Husein Sastranegara juga mendapat sambutan positif. Diajeng menilai penerbangan langsung ke luar negeri dari Bandung akan semakin memudahkan masyarakat, khususnya mereka yang selama ini harus menuju Jakarta terlebih dahulu untuk mendapatkan penerbangan internasional.

Menurutnya, semakin banyak pilihan rute akan membuat Bandara Husein Sastranegara semakin relevan bagi kebutuhan perjalanan masyarakat Jawa Barat.

Antusiasme juga datang dari penumpang yang tiba dari Bali. Tari, salah seorang penumpang asal Bali, mengaku telah mengenal Bandara Husein Sastranegara sejak lama. Ia pernah menggunakan bandara tersebut ketika kondisi dan fasilitasnya masih berbeda dengan saat ini.

Menurut Tari, perubahan yang ia rasakan cukup signifikan. Saat kembali menginjakkan kaki di Bandung melalui penerbangan langsung, ia menilai kondisi bandara kini lebih baik dan nyaman.

“Dulu sebenarnya aku sudah pernah pas Husein masih lama banget, tapi sekarang kesannya sudah jadi bagus banget, terus lebih nyaman juga,” ujar Tari.

Tari memiliki hubungan cukup dekat dengan Kota Bandung. Ia pernah tinggal di Bandung karena ayahnya dahulu bertugas di kota tersebut. Karena itu, penerbangan langsung dari Bali menuju Bandung memberikan pengalaman tersendiri baginya.

Kedatangannya kali ini sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali menikmati suasana Kota Bandung tanpa harus melalui perjalanan panjang dari Jakarta.

Ia berharap konektivitas Bali-Bandung yang kembali dibuka dapat terus dipertahankan dan dikembangkan. Menurutnya, kebutuhan terhadap penerbangan langsung cukup besar, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas antara kedua daerah.

“Harapannya semoga lebih banyak direct flight dari Bali ke Bandung dan harganya juga sekarang affordable. Semoga tetap affordable,” katanya.

Kembalinya Garuda Indonesia dengan pesawat jet ke Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu tanda meningkatnya kembali aktivitas penerbangan komersial di bandara tersebut. Sebelumnya, penerbangan komersial mulai dibuka secara bertahap sejak 6 Agustus 2026 menggunakan pesawat propeller untuk sejumlah rute.

Dengan hadirnya penerbangan Bandung-Denpasar, masyarakat kini memiliki alternatif perjalanan yang lebih langsung menuju Bali. Pada saat yang sama, penumpang dari Bali maupun daerah lain juga memiliki akses yang lebih praktis untuk datang ke Kota Bandung.

Bagi warga seperti Santi dan Diajeng, kembalinya penerbangan dari Husein berarti lebih sedikit waktu di perjalanan dan lebih banyak waktu untuk beraktivitas. Sementara bagi Tari, penerbangan langsung memberikan kesempatan untuk kembali menikmati Bandung dengan perjalanan yang lebih nyaman.

Ke depan, harapan para penumpang relatif sama: semakin banyak rute, semakin banyak pilihan jadwal, tarif yang tetap terjangkau, serta fasilitas bandara dan akses menuju kawasan Husein Sastranegara yang terus diperbaiki.

Jika harapan tersebut dapat diwujudkan, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara tidak hanya akan mengembalikan pilihan perjalanan udara bagi warga Bandung, tetapi juga memperkuat konektivitas Kota Bandung dengan berbagai daerah di Indonesia dan membuka peluang lebih besar bagi pergerakan wisatawan, pelaku usaha, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.