BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026

Kelompok Jalan Teater akan Gelar Main-Mind di 3 Museum Kota Bandung

ED
Rabu, 25 Januari 2023 | 19:21 WIB
Bagikan
Kelompok Jalan Teater akan Gelar Main-Mind di 3 Museum Kota Bandung

Garapan ini juga diharapkan dapat mengeksplorasi praktik-praktik pembelajaran di museum yang berpusat pada pengunjung.

"Konkretnya, pertunjukan yang berlangsung tidak hanya untuk ditonton, tetapi juga menunjukkan bahwa pedagogi alternatif museum sedang dipraktikkan. Sebagai sarana pedagogi alternatif, Main-Mind di Museum mengusung empat konsep pertunjukan," ungkapnya.

Masih kata Sahlan, dimulai dari konsep pertama, interpretasi orang pertama, di mana fasilitator memerankan tokoh tertentu, misalnya tokoh sejarah, dan berinteraksi dengan pengunjung museum melalui perannya.

Kedua, pertunjukan teater. Tim Main-Mind di Museum membuat pertunjukan dengan latar waktu tertentu, misalnya kehidupan di Indonesia pada tahun 1950-an (untuk konteks Museum Konferensi Asia-Afrika) dengan tujuan agar fasilitator dapat membantu pengunjung memahami peristiwa sekaligus masalah-masalah yang berlangsung pada periode tersebut juga memaknai relevansinya dengan situasi saat ini.

Ketiga, pemeragaan kembali peristiwa sejarah. Bentuk ini dapat menjadi rekreasi teatrikal dari suatu peristiwa bersejarah, dan prosesnya melibatkan sejumlah pengunjung.

Keempatnya permainan peran. Bentuk ini dikenal sebagai interpretasi orang kedua, fasilitator dan penonton bekerja sama memainkan perannya.

Sahlan menekankan, aspek peran adalah elemen penting dalam pertunjukan Main-Mind di Museum. Di sini, kerja pemeranan lebih tentang memainkan, daripada ‘menjadi’, dan mengandalkan improvisasi ketimbang hapalan teks tertulis.

Sementara itu ia mengatakan teknisnya, fasilitator, dan pengunjung memilih suatu peran dan memainkannya itu dalam situasi imajinatif. Dalam pertunjukan ini, pemeran (fasilitator dan pengunjung) lebih dari sekadar aktor.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.