Kelompok Hobi Berteater Angkat Isu Mitigasi Bencana Gempa di Museum Geologi Bandung
Dalam pertunjukan ini, pengunjung bukan hanya ditempatkan sebagai pelihat dan penikmat. Tetapi juga jadi bagian dari berlangsungnya peristiwa dan partisipasi pengunjung menjadi kunci pertunjukan berlanjut ke babak-babak peristiwa selanjutnya. Permainan-permainan yang dilakukan pun beragam proses kognitif.
Bukan sekadar mengingat materi museum, tapi juga menganalisa, mengkritisi, sampai merasakan atau terlibat langsung dalam peristiwa sejarah dan pengetahuan museum.
Pengetahuan dan pengalaman yang ditawarkan Hobi Berteater Indonesia dalam pertunjukan ini adalah terkait mitigasi bencana gempa, edukasi patahan lembang, manusia purba, dalam balutan pengalaman memecahkan persoalan dalam tim, observasi koleksi museum, memecahkan teka-teki dan kecakapan negosiasi.
Main-Mind di Museum:
Pertunjukan Inklusif Berbasis Teater Museum Jalan Teater akan menggelar Main-Mind di Museum. Sebuah pertunjukan inklusif berbasis teater museum.
Tiga museum yang dipilih sebagai ruang sekaligus panggung pertunjukan berlokasi di Kota Bandung, yakni Museum Sri Baduga, Museum Geologi, dan Museum Konferensi Asia-Afrika.
Sahlan Mujtaba, pendiri Jalan Teater sekaligus produser dan sutradara Main-Mind di Museum menjelaskan bahwa, garapannya kali ini bertolak dari kecenderungan umum museum-museum di Indonesia.
“Keberadaan museum masih sebatas tempat penyimpanan artefak atau pajangan benda-benda koleksi. Dalam urusan penyampaian informasi, museum masih jarang diinovasi dengan cara- cara kreatif. Padahal, museum mempunyai potensi ragam daya ungkap terkait multifungsinya sebagai ruang audio-visual juga interpretasinya terhadap masa lampau,” ungkap Sahlan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!