Kelompok Hobi Berteater Angkat Isu Mitigasi Bencana Gempa di Museum Geologi Bandung
Si Kolektor adalah antagonis dalam pertunjukan ini, dia menipu para pengunjung yang sedang mencari batu sandi di tempat koleksinya.
Kolektor itu mulanya membantu, mengatakan batu tersebut berada di rumah koleksinya. Para pengunjung pun mencari, tapi tak menemukan batu tersebut.
Semua pengunjung kecewa. Ilmuwan Pun memberi kabar, Si kolektor menipu dan telah menyekap manusia purba. Untuk membebaskannya, Si Kolektor menantang pengunjung untuk adu kecerdasan. Ia banyak bertanya tentang apa saja koleksinya, pengunjung pun tertantang mengikuti adu kecerdasan itu.
Dari banyak pertanyaan, ada pengunjung yang gagal menjawab, tapi banyak juga pengunjung yang berhasil menjawab."Sedikit orang yang datang ke sini, melihat hal-hal detail seperti kalian, banyak dari mereka cuma foto-foto saja. Saya senang. Saya bebaskan manusia purba ini, dan sebagai permintaan maaf saya berikan juga batu sandu ini. Semoga membantu kalian," ujarnya.
Si Kolektor menyerahkan batu sandi terakhir yang diperlukan pengunjung untuk misi penyelamatan ini.
Di babak akhir, pengunjung diminta untuk menyusun teka teki agar gerbang masa lalu terbuka. Sebuah permainan menyusun gambar dari petunjuk teks puitik. Banyak percobaan bentuk terjadi, diskusi tim dan satu kesepakatan bentuk akhirnya membuka gerbang waktu untuk memulangkan manusia purba ke zamannya.
Pertunjukan ini berlangsung selama satu jam, diikuti oleh maksimal 30 orang penonton lapis pertama yang secara langsung terlibat di dalam pertunjukan. Beberapa penonton lain mengikuti dengan antusias sebagai observer penonton lapis kedua.
Di akhir sesi, pengunjung diminta berkomentar tentang pengalaman mereka selama mengalami teater museum tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!