Kekalahan di Jeddah Jadi Titik Retak, Xabi Alonso Akhiri Kiprah Singkatnya di Real Madrid
“Ada momen ketika Vinicius Junior menunjukkan ketidakpuasan secara terbuka, dan beberapa pemain lain terlihat tidak sepenuhnya percaya dengan pendekatan taktik Xabi,” ujar Ballague.
Puncak kekecewaan disebut terjadi pada final Piala Super Spanyol 2026. Insiden ketika Kylian Mbappe memaksa Alonso menolak melakukan guard of honour kepada Barcelona dinilai sebagai simbol retaknya hubungan internal tim.
“Di momen itu, Xabi merasa sudah cukup. Dia menyadari proyek ini tidak berjalan seperti yang ia bayangkan,” kata Ballague.
Selama tujuh bulan melatih Real Madrid, Alonso memimpin 34 pertandingan dengan catatan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan. Catatan tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi standar tinggi klub, terlebih setelah kesuksesannya bersama Bayer Leverkusen sebelumnya.
Manajemen Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti Alonso untuk memimpin tim ke depan. Pergantian ini menandai babak baru bagi Los Blancos, sekaligus mengakhiri perjalanan singkat Alonso yang penuh tekanan dan ekspektasi tinggi.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!