BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dinilai Bukan Sekadar Human Error

Desi Rossilawati
Senin, 4 Mei 2026 | 13:58 WIB
Bagikan
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dinilai Bukan Sekadar Human Error

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | BEKASI - Mantan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Riza Primadi menilai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat tidak semata disebabkan oleh kelalaian individu (human error).

Riza menegaskan bahwa karakteristik kereta api jarak jauh yang memiliki bobot besar dan membutuhkan jarak pengereman panjang menjadi faktor penting dalam memahami kecelakaan ini.

“Jika nggak ngerem bisa lebih dari dua sampai tiga kereta KRL yang bakal diseruduk,” ujarnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa upaya pengereman telah dilakukan, sehingga penyebab tidak bisa disederhanakan sebagai kelalaian masinis.

Lebih jauh, ia menyoroti penggunaan jalur yang sama untuk dua jenis kereta dengan karakteristik berbeda, yaitu kereta api jarak jauh dan KRL. Perbedaan pola kecepatan dan pemberhentian dinilai meningkatkan risiko operasional.

“Pada prinsipnya secara operasional perjalanan KA dengan mencampur dua jenis KA yang berbeda (KAJJ dan KRL) sangat berpotensi terjadinya KKA,” ucapnya.

Dalam konteks ini, kecelakaan di Bekasi Timur mencerminkan potensi kegagalan sistem yang belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kompleksitas lalu lintas kereta. Pengelolaan jalur yang padat dengan variasi kecepatan tinggi menjadi tantangan yang memerlukan solusi struktural.

Di sisi lain, pengamat transportasi Ki Darmaningtyas menawarkan perspektif teknologi sebagai bagian dari solusi. Ia menilai penerapan sistem berbasis GPS dapat meningkatkan keselamatan dengan memberikan informasi kondisi jalur secara real time kepada masinis.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.