Kecelakaan di Cicalengka, Dua Orang Tewas
Proses evakuasi pasca kevelakaan di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Kampung Cipeutag, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (4/6/2026)./visi.news/ist.
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Kecelakaan maut melibatkan dua kendaraan angkutan barang terjadi di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Kampung Cipeutag, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (4/6/2026).
Insiden yang melibatkan truk bermuatan kayu dan truk bermuatan pasir itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian serta dua lainnya mengalami luka ringan.
Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.50 WIB. Proses penanganan dan evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama karena kondisi kedua truk mengalami kerusakan akibat benturan keras. Petugas gabungan baru menyelesaikan proses evakuasi sekitar pukul 09.30 WIB.
"Iya telah terjadi laka lantas di Jalan Bypass Cicalengka dini hari pukul 02.50 WIB," ujar Ega Prayudi dalam keterangannya dikutip, Kamis (4/6/2026).
Kecelakaan bermula ketika truk Hino losbak bernomor polisi A 9588 TZ yang mengangkut kayu melaju dari arah Garut menuju Bandung. Kendaraan tersebut dikemudikan WAS (29) dengan kernet DAL (28). Saat melintas di lokasi kejadian, truk diduga mengalami kehilangan kendali.
Dalam kondisi tersebut, kendaraan kemudian menghantam bagian belakang truk Mitsubishi bermuatan pasir bernomor polisi D 8487 DI yang berada di depannya dan melaju searah. Truk pasir tersebut dikemudikan WS (39) bersama kernet AS (39).
"Sehingga nabrak bagian belakang kendaraan Truk Mitsubitshi (muatan pasir) yang ada di depannya berjalan searah, dengan nopol D-8487-DI yang dikemudikan oleh saudara WS dan kernetnya AS," jelasnya.
Benturan yang terjadi menyebabkan truk Mitsubishi terdorong ke depan hingga menabrak dinding yang berada di pinggir jalan. Kerasnya tabrakan membuat dua korban meninggal dunia di tempat kejadian.
"Kernet Truk Hino (muatan kayu) inisial DAL meninggal dunia dan Pengemudi Truk Mitsubitshi (muatan pasir) inisial WS meninggal dunia," ucapnya.
Sementara itu, pengemudi truk Hino, WAS, serta kernet truk Mitsubishi, AS, berhasil selamat meski mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan.
Dalam konteks penyelidikan, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap sopir truk Hino masih dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali. Salah satu informasi yang berkembang mengarah pada dugaan pengemudi mengantuk, namun hal tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan selesai.
"Kalau dugaan sementara kami masih memeriksa supir Truk Hino (muatan kayu) saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Namun informasi yang berkembang mengantuk, tapi belum kita pastikan lagi nanti hasil dari pemeriksaan supir," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!