Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Kebiasaan Sepele di Pagi Hari yang Bisa Picu Kerusakan Ginjal

Desi Rossilawati
Selasa, 4 November 2025 | 08:54 WIB
Bagikan
Kebiasaan Sepele di Pagi Hari yang Bisa Picu Kerusakan Ginjal

VISI.NEWS | BANDUNG - Kesehatan ginjal sering kali terabaikan dalam kesibukan pagi hari. Padahal, menurut ahli urologi asal Chennai, India, dr. Venkatsubramaniam, beberapa kebiasaan ringan seperti langsung minum kopi sebelum air putih atau melewatkan sarapan dapat perlahan menurunkan fungsi ginjal. Studi juga menunjukkan, kebiasaan kecil yang dilakukan setiap pagi bisa berdampak besar terhadap sistem filtrasi tubuh.

Padahal, ginjal memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan tubuh, termasuk menyaring racun, mengatur cairan, serta mengontrol tekanan darah. Jika organ ini terus dipaksa bekerja terlalu keras atau mengalami dehidrasi berulang, kerusakan dapat terjadi secara perlahan tanpa disadari.

Dikutip dari laman Times of India, Selasa (4/11/2025), penyakit ginjal kerap muncul tanpa gejala pada tahap awal. Karena itu, kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat secara perlahan mempercepat penurunan fungsi ginjal dari waktu ke waktu.

Venkatsubramaniam, dokter urologi transplantasi dan bedah robotik asal Chennai, India, memaparkan sejumlah kebiasaan pagi hari yang berpotensi membahayakan kesehatan ginjal. Apa saja?

1. Tidak Minum Air di Pagi Hari

Setelah tidur semalaman, tubuh secara alami mengalami dehidrasi ringan. Ginjal tetap bekerja menyaring racun tanpa asupan cairan yang cukup. Jika minuman pertama yang dikonsumsi adalah kopi atau teh, ginjal justru harus bekerja lebih keras.

Segelas air putih di pagi hari membantu melancarkan proses detoksifikasi dan menjaga fungsi filtrasi ginjal. Penelitian dalam Obesity Facts menyebutkan, air dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal dengan mengencerkan mineral yang bisa membentuk kristal.

Dehidrasi ringan yang terjadi terus-menerus dapat menurunkan efisiensi ginjal dan menimbulkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan urine berwarna pekat.

1. Tidak Minum Air di Pagi Hari

Setelah tidur semalaman, tubuh secara alami mengalami dehidrasi ringan. Ginjal tetap bekerja menyaring racun tanpa asupan cairan yang cukup. Jika minuman pertama yang dikonsumsi adalah kopi atau teh, ginjal justru harus bekerja lebih keras.

Segelas air putih di pagi hari membantu melancarkan proses detoksifikasi dan menjaga fungsi filtrasi ginjal. Penelitian dalam Obesity Facts menyebutkan, air dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal dengan mengencerkan mineral yang bisa membentuk kristal.

Dehidrasi ringan yang terjadi terus-menerus dapat menurunkan efisiensi ginjal dan menimbulkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan urine berwarna pekat.

2. Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama

Banyak orang memilih sarapan atau berolahraga lebih dulu sebelum ke kamar mandi, padahal kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama dapat memberi tekanan tambahan pada kandung kemih dan ginjal.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Korean Journal of Family Medicine menemukan, menahan kencing lebih dari tiga jam dapat meningkatkan tekanan darah, yang menjadi indikator stres pada ginjal.

Kebiasaan ini juga berpotensi melemahkan otot kandung kemih dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Dalam kasus yang lebih berat, infeksi tersebut bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan gangguan fungsi filtrasi.

3. Tak Cukup Rehidrasi Setelah Olahraga

Olahraga pagi bermanfaat bagi tubuh, tetapi banyak orang lupa mengganti cairan dan elektrolit yang hilang melalui keringat. Hanya minum air putih terkadang tidak cukup untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.

Penelitian yang diterbitkan di Nutrients Journal menemukan, minuman yang mengandung natrium dan karbohidrat lebih efektif membantu rehidrasi dibanding air putih biasa, terutama setelah olahraga berat di cuaca panas.

Kekurangan cairan menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun, meningkatkan risiko dehidrasi dan pembentukan batu ginjal. Karena itu, penting untuk minum sebelum dan setelah olahraga serta mengganti elektrolit bila aktivitas dilakukan cukup intens.

4. Melewatkan Sarapan

Kebiasaan melewatkan sarapan kerap dianggap cara mudah untuk menghemat waktu atau menurunkan berat badan, padahal tidak makan pagi bisa berdampak buruk bagi kesehatan ginjal dan jantung.

Tanpa asupan energi yang cukup, kadar gula darah dapat menurun dan memicu keinginan mengonsumsi makanan tinggi garam atau olahan di siang hari. Asupan natrium berlebih inilah yang dalam jangka panjang bisa mempercepat kerusakan ginjal dan meningkatkan tekanan darah.

Penelitian yang diterbitkan International Journal of Nephrology menegaskan pentingnya mengontrol konsumsi garam dan menjaga pola makan teratur untuk memperlambat kerusakan ginjal. Sarapan dengan protein, buah, dan biji-bijian utuh dapat membantu menstabilkan kadar hormon, energi, dan tekanan darah, sekaligus mendukung fungsi ginjal dan jantung yang optimal. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.