Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kata Korwil BGN Sukabumi Soal Polemik Dapur di Lahan Sengketa

Desi Rossilawati
Jumat, 24 April 2026 | 14:16 WIB
Bagikan
Kata Korwil BGN Sukabumi Soal Polemik Dapur di Lahan Sengketa

Koordinator wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz./visi.news/ist.

VISI.NEWS | SUKABUMI - Koordinator wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, menegaskan akan melaporkan secara resmi ke Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor terkait terkait polemik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdiri diatas lahan yang bersengketa.

"Yang jelas, hari Sabtu ini saya akan menghadap pimpinan di KPPG Bogor untuk melaporkan hal ini. Mudah-mudahan segera ada tindakan," kata Sandi.

Sandi menyatakan terkait desakan untuk mensuspend dapur MBG itu, dirinya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena masih menunggu arahan resmi dari pusat.

Dia menegaskan, yang menetukan suspend atau tidak adalah dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

"Suspend itu dari pusat, yang bisa mensuspen itu dari Tawas BGN dan nanti keputusan suspendnya atau tidak itu ada di pusat, kami akan melaporkan di hari Sabtu," ujarnya.

Dia menyatakan adanya polemik dapur SPPG berdiri dilahan bersengketa baru kali ini di Kabupaten Sukabumi. "Kalau di Sukabumi sejauh ini, baru kali. Tapi kalau di daerah lain saya kurang paham," pungkasnya.

Seorang warga bernama Siti Eni Nuraeni (40) asal Kalapanunggal mendesak agar operasional sebuah dapur SPPG di Kampung Anggayuda, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi disuspend atau dihentikan sementara. Ia menyatakan dapur untuk program MBG itu berdiri di atas bangunan miliknya di lahan yang saat ini masih dalam sengketa.

Semua bermula dari transaksi pembelian tanah pada 2018 dengan Y pemiliknya, dengan nilai kesepakatan Rp300 juta. Saat itu, sertifikat tanah disebut masih berada di bank.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.