Kasus ISPA di Pontianak Naik 10 Persen Imbas Kabut Asap Karhutla
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan./visi.news/cnn.
Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, Saptiko mengingatkan agar menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel dari udara yang tercemar asap.
Selain ISPA, masyarakat yang memiliki riwayat asma juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Kabut asap dapat memicu munculnya serangan asma pada penderita.
“Biasanya asma. Kasus asma meningkat karena pada orang yang punya asma, asap mencetuskan timbulnya serangan pada mereka,” katanya.
Selain dampak kabut asap terhadap kesehatan pernapasan, Dinkes Kota Pontianak juga memantau kondisi air yang digunakan masyarakat selama musim kemarau.
Saptiko mengatakan sejauh ini belum terlihat adanya peningkatan penyakit yang berkaitan dengan kualitas air. Menurutnya, sebagian besar masyarakat Kota Pontianak menggunakan air galon yang kebersihan dan kesehatannya rutin dipantau.
“Kalau saya lihat, untuk penyakit terkait kualitas air tidak ada masalah, tidak ada kenaikan. Masyarakat Kota Pontianak sebagian besar menggunakan galon,” ucap Saptiko.
Dinkes Kota Pontianak juga melakukan pemantauan terhadap usaha pengisian ulang air galon untuk memastikan aspek kebersihan dan kesehatan produk.
Namun, masyarakat yang menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari diminta lebih berhati-hati. Kondisi hujan pada musim kemarau cenderung tidak menentu. Air hujan pertama juga berpotensi membawa kotoran dari udara maupun permukaan tempat penampungan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!