Kasus Dugaan Bullying Berujung Meninggal Dunia Di Tasik, Haji Kusnadi : Saya Mengutuk Keras..
VISI.NEWS |BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Haji Kusnadi turut menanggapi terkait dengan peristiwa dugaan bullying berujung meninggalnya seorang anak kelas 6 SD di Singaparna Kabupaten Tasikmalaya baru-baru ini.
Dikatakan Haji Kusnadi kepada VISI.NEWS, bahwa kasus perundungan atau bullying itu akibat korban dipaksa menyetubuhi kucing hingga depresi dan berujung meninggal dunia, pihak sekolah harus bertanggung jawab .
"Atas kejadian tersebut, kepala sekolah dan guru harus tanggung jawab karena orangtua menitipkan anaknya ke sekolah untuk dijaga, untuk diedukasi, saya mengutuk keras kejadian di Tasikmalaya tersebut," katanya.
Kenapa kemudian pihak sekolah harus bertanggung jawab? Pasalnya, menurut informasi, dugaan peristiwa perundungan itu terjadi dilingkungan sekolah dimana korban diduga dipaksa untuk menyetubuhi kucing oleh sejumlah orang.
"Tanggung jawab anak di lingkungan sekolah, ya pihak sekolah, apalagi kalau peristiwa itu benar terjadi pada saat dilingkungan sekolah, artinya lingkungan terdekat yaitu sekolah yang harus beryanggung jawab," tegasnya.
Selain itu, Anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar ini juga meminta dan menghimbau para orangtuan agar tetap melakukan pengawasan terhadap anaknya baik dilingkungan sekolah ataupun lingkungan rumah.
"Meminta dan mengimbau orangtua harus mengambil hikmah dari kejadian tersebut agar tak terulang, orangtua harus terus mendidik anaknya menanamkan karakter," imbaunya.
Sekedar informasi, seorang bocah di Tasikmalaya meninggal dunia diduga akibat depresi setelah menjadi korban perundungan, dari informasi yang didapat bocah itu dipaksa menyetubuhi kucing oleh sejumlah orang kemudian di bullying.
"Katanya diduga menyetubuhi kucing karena diduga disuruh teman-temannya, terus dividio, dan dibullying, kemudian diduga depresi hingga sakit serta berakhir meninggal dunia," ungkap Haji Kusnadi.
Aksi tidak terpuji tersebut, juga dikabarkan telah beredar di media sosial (Medsos), oleh karena itu, Haji Kusnadi meminta agar diduga vidio yang beredar luas di medsos itu untuk kemudian dihapus dan dihilangkan.
"Vidio itu tidak layak dan tidak mendidik, hapus di medsos, jangan sampai beredar luas lagi, itu tidak mendidik, tidak baik dilihat, justru dikhawatirkan akan malah menjadi nambah masalah," pungkasnya. @eko
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!