Kasus Anak Tewas di Sukabumi Naik Penyidikan
VISI.NEWS | SUKABUMI - Penanganan kasus tewasnya seorang anak berinisial NS di Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi terus dilakukan secara intensif oleh Polres Sukabumi. Proses hukum kini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana kekerasan terhadap korban.
Kapolres Sukabumi AKBP Samian didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono dan Kasi Humas Polres Sukabumi Iptu Ilham Sapta Permadi menjelaskan bahwa Polres Sukabumi bergerak cepat sejak awal menerima laporan dan melakukan penyelidikan.
“Kami maraton selama 24 jam melakukan penyelidikan. Perkara ini sudah kami naikkan ke tingkat penyidikan karena kami telah menemukan beberapa alat bukti yang dapat kami yakini adanya peristiwa pidana, yaitu dugaan tindak pidana kekerasan, baik fisik maupun psikis terhadap korban anak saudara NS,” ujar AKBP Samian kepada awak media, Minggu (22/2/2026) malam.
Ia menegaskan bahwa dalam menangani perkara tersebut, kepolisian mengedepankan metode Scientific Crime Investigation serta collaborative investigation dengan berbagai pihak terkait guna memastikan proses berjalan profesional dan objektif.
“Kami tentu memonitor dinamika di media sosial, namun kami tidak under pressure. Kami fokus dan profesional dalam penanganan perkara ini. Kami lakukan secara Scientific Crime Investigation dan berkolaborasi dengan dinas terkait, termasuk menggali aspek psikologi forensik. Kami juga melibatkan Mabes Polri untuk pemeriksaan toksikologi forensik,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan ilmiah dilakukan dalam setiap tahapan penyidikan, mulai dari pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi, hingga pendalaman keterangan para pihak yang diperiksa.
Terkait sosok ibu tiri korban berinisial TR yang ramai diperbincangkan di media sosial, Kapolres memastikan bahwa yang bersangkutan telah menjalani pemeriksaan.
“Saudari TR sudah kami lakukan BAP. Saat ini perkara sudah naik sidik dan kami sedang mendalami seluruh keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan. Kami tidak gegabah, semua alibi kami cek secara menyeluruh. Kami mohon dukungan agar proses penegakan hukum ini bisa berjalan independen, profesional, dan benar-benar mengedepankan Scientific Crime Investigation,” tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!