Kantor RW 25 Cimahi Jadi Bukti Kuatnya Gotong Royong Warga
Ngatiyana berharap pola kolaborasi semacam itu terus dikembangkan di wilayah lain di Kota Cimahi. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai penyedia anggaran, tetapi juga mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam menentukan dan merealisasikan pembangunan yang dibutuhkan.
“Ini bentuk koordinasi antara pemerintah dan masyarakat yang saling mengisi dan saling membantu. Program PPM kita harapkan dapat menjadi pemancing agar partisipasi dan swadaya masyarakat semakin kuat,” katanya.
PPM Tak Hanya Bangun Kantor RW
Dukungan program PPM di RW 25 juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan lingkungan lainnya. Sejumlah pembangunan dan penataan infrastruktur lingkungan dilakukan untuk menunjang kenyamanan serta aktivitas warga.
Di antaranya pembangunan dan penataan drainase serta saluran air. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran air dan mendukung kondisi lingkungan yang lebih tertata.
Selain infrastruktur dasar, perhatian juga diberikan terhadap fasilitas keamanan lingkungan. Keberadaan pos kamling menjadi salah satu sarana yang didorong untuk terus dimanfaatkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan melalui PPM tidak berhenti pada pembangunan fisik berupa kantor RW, tetapi diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang semakin tertata sekaligus meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas yang dibangun di wilayahnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!