Kang DS Hadir dan Didaulat Memberikan Sambutan pada Haul ke-20 KH Ali Imran di Pacet
VISI.NEWS | KAB.BANDUNG - DR. H.M. Dadang Supriatna, S. ip., M.Si., atau biasa dipanggil Kang DS, Senin (28/10/2024) malam, hadir dan didaulat memberikan sambutan pada Haul KH. Ali Imron bin Mama KH. Muhammad Faqih.
Peringatan Haul ke-20 pengasuh Pondok Pesantren Baitul Arqom dan Al Istiqomah itu digelar secara meriah di halaman Yayasan Manggala Putera Pondok Pesantren Al-Istiqomah Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, sejak Jumat hingga Kamis (25-31/10/2024). Acara ini mengusung tema “Sepekan Tahlil Istighotsah, dan Tabligh Akbar,” yang mengundang banyak peserta dari berbagai kalangan.
Dalam kesempatan tersebut, Calon Bupati Bandung Nomor Urut 2 itu berbagi doa dan harapan agar nilai-nilai yang ditanamkan oleh Almarhum KH. Ali Imron terus hidup dalam masyarakat. Setelah memberikan sambutan, Kang DS melanjutkan ziarah ke Makam Kramat Lembur Awi, mengenang jasa dan pengabdian KH. Ali Imron kepada umat.
"Kegiatan haul ini tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas dan mengingatkan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat yang menyala, masyarakat berharap agar warisan dan ajaran KH. Ali Imron terus dapat dirasakan dan diamalkan di tengah-tengah kehidupan modern saat ini, " ungkap Kang DS.
Setiap malam selama sepekan ini, acara diisi dengan tahlil dan tawassul yang dipimpin oleh para sesepuh pondok pesantren. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang diisi oleh tiga muballig Kiai setiap malamnya. Keberadaan acara ini menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh berkah bagi para jamaah yang hadir.
KH. Ali Imron dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia pesantren di Jawa Barat. Sebagai Mustasyar PWNU Jawa Barat, almarhum memiliki peran signifikan dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam. Lahir pada 15 Oktober 1936, KH Imran merupakan putra keempat dari sembilan bersaudara dari pasangan KH. Muhammad Faqih dan Hj. Maryamah.
Sifat beliau yang lemah lembut, bijaksana, dan tegas dalam prinsip menjadikannya sosok panutan bagi banyak orang. Pendekatan dakwahnya yang mengedepankan sosiologis kultural menjadi salah satu ciri khas yang membedakan beliau dari tokoh lainnya. Afiliasinya dengan Nahdlatul Ulama (NU) mencerminkan komitmennya dalam memajukan nilai-nilai Islam di masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!