Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Kang DS dan Rajiv Gelar Panen Raya Bersama Gapoktan Padasuka dan Serahkan Bantuan Alsintan

Desi Rossilawati
Jumat, 3 Oktober 2025 | 12:56 WIB
Bagikan
Kang DS dan Rajiv Gelar Panen Raya Bersama Gapoktan Padasuka dan Serahkan Bantuan Alsintan

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai NasDem Rajiv bersama Gapoktan Padasuka melaksanakan panen raya padi sekaligus penyerahan bantuan alsintan di Kampung Bobodolan, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (3/10/2025).

Bantuan alsintan kepada sejumlah kelompok tani itu adalah aspirasi dari Anggota DPR RI Rajiv, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para petani di Kabupaten Bandung.

Hadir pada kesempatan itu pejabat Bulog, Badan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia, jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, penyuluh pertanian, para kelompok tani, dan pihak lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI dari Komisi IV Rajiv yang sudah peduli terhadap para petani Kabupaten Bandung, yaitu memberikan bantuan alsintan sebagai bukti konkrit dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna mengatakan Kabupaten Bandung dengan luas wilayah 174.000 hektare, dengan lahan pertanian khusus sawah seluas 28.000 hektare.

"Ini menjadi aset. Kabupaten Bandung mempunyai para petani hebat, sehingga menjadi potensi yang sangat luar biasa. Kurang lebih sebanyak 77.000 petani di Kabupaten Bandung, yang saat ini menjadi sumber daya manusia dan menjadi aset bangsa dan negara terutama di Kabupaten Bandung," katanya.

Terkait hal itu, kata Kang DS, Pemkab Bandung sudah memberikan perhatian kepada seluruh para petani berupa BPJS Ketenagakerjaan dan menambah hibah setiap tahunnya Rp 50 miliar beserta program sebagai bentuk keberpihakan kepada para petani.

"Alhamdulillah hari ini aspirasi yang dibawa oleh Kang Rajiv menghadirkan beberapa alsintan untuk para petani di Kabupaten Bandung. Apa yang dilakukan Kang Rajiv betul-betul bisa dimanfaatkan oleh seluruh para kelompok tani," ujarnya.

Ia berpesan dan menitipkan jangan sampai ada kejadian setelah ada alsintan yang diberikan kepada ketua kelompok tani atau gapoktan dikuasai oleh seseorang.

"Saya berharap seluruh anggota gapoktan bisa memanfaatkannya. Jangan diaku oleh personal, tapi khusus untuk kelompok tani di tempat masing-masing. Pemeliharaan alsintan silahkan dirundingkan masing-masing gapoktan. Ini harapan saya. Karena saya mendengar, setelah alsintan didistribusikan masih ada yang dikuasai oleh seseorang. Seluruh petani yang tergabung di gapoktan punya hak untuk menggunakan alsintan. Apalagi Kang Rajiv yang membawanya. Terima kasih Kang Rajiv, terima kasih Menteri Pertanian yang selalu memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Bandung," tuturnya.

Kang DS mengatakan insya Allah hasil produksi pertanian di Kabupaten Bandung dalam setahun kurang lebih 328 ribu ton.

"Kalau dikolaborasikan dengan program Pak Presiden Prabowo Subianto kaitan dengan MBG (Makan Bergizi Gratis). Saya hitung kebutuhan MBG per tahun hampir 50.000 ton, artinya kita masih surplus," ujarnya.

Bupati Bandung mengatakan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung insya Allah terjamin. Kebetulan kolaborasi TNI dan Polri sangat luar biasa, dan masing-masing baik Dandim 0624/Kabupaten Bandung serta Kapolresta Bandung mempunyai lahan pertanian padi dan jagung.

"Ini berkaitan dengan program Pak Presiden, bagaimana swasembada pangan ini bisa terwujud lagi di negara kita," harapnya.

Ia berharap sesuai dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah terbentuk di 270 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung, kelompok tani otomatis menjadi anggota koperasi di desa masing-masing.

"Nanti koperasi sebagai obtaker dan koperasi sebagai suplai," kata Kang DS.

Untuk mendukung kegiatan usaha itu, kata Bupati Bandung Kang DS, untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, yaitu program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.

"Supaya para petani jangan pinjam ke bank emok. Jangan pinjam ke pinjol. Manfaatkan program pemerintah yang berkolaborasi dengan Bulog. Bulog siap menampung hasil pertanian hingga ribuan ton setiap harinya," ucap Bupati Bedas ini.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Komisi IV Rajiv berharap dengan adanya penyerahan bantuan alsintan dari aspirasinya ini hasil pertanian bisa lebih maksimal lagi. Ia mengatakan penyerahan bantuan alsintan ini untuk mendukung program swasembada pangan nasional seperti yang diinginkan Presiden Prabowo.

Menurutnya, pihaknya sudah melaksanakan bintek terhadap kelompok tani dan penyuluh pertanian, sehingga diharapkan tidak ada lagi petani di Kabupaten Bandung susah mendapatkan pupuk.

"Kios-kios yang memainkan para petani, ketika petani butuh pupuk tidak bisa, saya minta dicabut izin kiosnya. Selama ada Bupati Bandung Kang DS sama saya di Komisi IV kios-kios sama distributor jangan pernah bermimpi jadi mafia lagi. Pasti kita kejar," tandasnya.

Rajiv menyebutkan bahwa beras di Kabupaten Bandung dengan kualitas premium.

"Agak bagus. Jadi memang harganya dengan HPP (harga pokok penjualan) ada selisih dikit. Ya kalau petani ada lebih, karena petani juga pingin untung. Karena uangnya juga untuk petani. Asal jangan untuk tengkulak dan bank emok," ucapnya.

Lebih lanjut Rajiv mengatakan hadir langsung di acara panen raya padi dan sekaligus pembagian alsintan.

"Alsintan yang dibagikan ini, bentuk keseriusannya anggota DPR RI Komisi IV Fraksi NasDem untuk mensejahterakan petani di Kabupaten Bandung," ujarnya.

"Saya ingatkan. Saya minta tolong. Jangan diperjualbelikan lagi alsintan ini. Saya tidak mau dengar, alsintan ini diperjualbelikan. Lebih parah lagi, ketua kelompoknya menyewakan kepada petaninya," tegasnya.

Ia berharap alsintan ini bisa bermanfaat bagi para kelompok tani, sehingga tahun depan hasil panennya bisa lebih banyak lagi.

"Kalau hasil panennya lebih banyak lagi, kita nurunin bantuannya juga semangat. Ada manfaatnya," katanya.

"Petani adalah pekerjaan yang mulia. Mari ajak anak-anaknya untuk bertani," pungkasnya. @kos

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.