Kang DS Ajak Masyarakat Mempersiapkan Indonesia Emas 2045, Lima Hal Ini yang Harus Dipahami
"Setiap tahun akan dianggarkan hibah. Sebanyak 87.000 petani sudah diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Yang jelas para petani jadi prioritas perhatian pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian," tuturnya.
Kang DS juga mendorong ada pembangunan rumah komoditi di Kecamatan Arjasari, untuk menampung hasil pertanian.
Bupati juga terus mendorong para ketua RT dan RW, untuk mengajak ngobrol dengan warganya yang masih nganggur. Mengingat Pemkab Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan sudah menyiapkan berbagai pelatihan, mulai dari bahasa Jepang, Korea, tata boga, tata rias, komputer, budidaya ikan, las, dan pelatihan lainnya.
"Setelah pelatihan, jika masyarakat membutuhkan modal usaha, Pemkab Bandung sudah menyiapkan Rp 70 miliar untuk program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Kedepannya akan ditambah Rp 30 miliar, sehingga totalnya Rp 100 miliar," jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya modal usaha itu, jangan sampai masyarakat terjebak bank emok.
"Saya tak mau masyarakat Kabupaten Bandung terjebak bank emok. Program ini untuk memberantas bank emok, pemerintah wajib hadir di tengah tengah masyarakat. Jika bank emok, masih hadir di desa-desa untuk diusir. Bank emok itu bunganya 28 persen per bulan," tuturnya.
Bupati juga sangat memperhatikan guru ngaji di Kabupaten Bandung, sehingga insentifnya disalurkan melalui Dinas Pendidikan dan BAZNAS Kabupaten Bandung.
"Guru ngaji yang belum menerima insentif, kemudian nanti bisa diusulkan oleh Pak Kades dan Pak Camat, nanti uang insentifnya dititipkan ke Pak Kades. Insentif guru ngaji yang dititipkan di Dinas Pendidikan dan BAZNAS tetap berjalan," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!