Kabut Asap Karhutla Kalimantan Memburuk, 591 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup

Desi Rossilawati
Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:53 WIB
Bagikan
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Memburuk, 591 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) wilayah Kalimantan Selatan./visi.news/reuters.

VISI.NEWSPemerintah negara bagian Sarawak, Malaysia, menutup sementara 591 sekolah di 10 distrik selama dua hari akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu kabut asap. Kebijakan tersebut mulai berlaku Kamis (20/8/2026) dan berdampak terhadap 197.323 siswa sekolah dasar dan menengah.

Departemen Pendidikan Sarawak mengatakan penutupan sekolah dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa dari paparan udara yang tidak sehat.

"Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, terutama dari risiko paparan udara yang tidak sehat," kata Departemen Pendidikan Sarawak dalam keterangannya dikutip, Jumat (21/8/2026).

Dari total siswa yang terdampak, sebanyak 107.590 siswa berasal dari 509 sekolah dasar. Sementara itu, 89.733 siswa lainnya berasal dari 82 sekolah menengah.

Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dari rumah agar proses pendidikan tidak terhenti. Departemen Pendidikan Sarawak menyatakan informasi mengenai perkembangan penutupan dan waktu pembukaan kembali sekolah akan disampaikan melalui kanal resmi serta kantor pendidikan di masing-masing distrik.

Penutupan sekolah tersebut menjadi yang kedua di Sarawak sepanjang Agustus 2026 akibat kabut asap.

Sebagaimana dilansir CNA, sekolah-sekolah di Kota Serian sebelumnya juga ditutup selama tiga hari setelah indeks polusi udara atau Air Pollutant Index (API) sempat mencapai angka 200.

Berdasarkan skala API Malaysia, indeks 0-50 menunjukkan kualitas udara baik. Sementara indeks 51-100 dikategorikan sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Kondisi udara di sejumlah wilayah Sarawak kembali memburuk pada pekan ini. Pada Kamis (20/8/2026), API di Serian tercatat 193. Sementara itu, Kuching mencapai 190 dan Samarahan 173 berdasarkan laporan media Malaysia, The Star.

Kondisi tersebut semakin memburuk pada Jumat (21/8/2026). Pada pukul 11.00 waktu setempat, API di Serian melonjak menjadi 239.

Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak (NREB) kemudian mengategorikan kualitas udara di wilayah tersebut sebagai sangat tidak sehat.

Pejabat lingkungan Sarawak memperingatkan kondisi berkabut berpotensi terus berlangsung hingga akhir pekan apabila aktivitas pembakaran biomassa masih terjadi.

Kabut asap telah menyelimuti sejumlah wilayah Sarawak, termasuk Kuching. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak yang terpapar udara dengan tingkat polusi tinggi.

Dengan menutup 591 sekolah, otoritas Sarawak memilih menerapkan pembelajaran dari rumah sebagai langkah untuk mengurangi paparan siswa terhadap kualitas udara yang memburuk.

Pemerintah setempat masih memantau perkembangan indeks polusi udara sebelum menentukan apakah sekolah dapat kembali dibuka setelah masa penutupan selama dua hari berakhir.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.