Kabupaten Bandung Diguncang Gempa Beruntun, Aktivitas Sesar Lokal Meningkat ?
VISI.NEWS | BANDUNG - Rentang waktu 12 jam di Kabupaten Bandung diwarnai rangkaian gempa bumi berkekuatan magnitudo kecil namun terasa kuat oleh warga. Tercatat, gempa magnitudo 3,1 dan 2,9 mengguncang wilayah Bandung pada Rabu (19/11/2025), disusul tiga gempa lain pada malam harinya yang mencapai magnitudo 3,2. Fenomena ini membuat warga di sejumlah kecamatan seperti Baleendah, Banjaran, Arjasari, Pameungpeuk, hingga Kertasari, Pangalengan, merasa cemas.
BMKG melalui akun resminya melaporkan bahwa gempa pertama malam hari terjadi pada pukul 22.54 WIB dengan magnitudo 3,2. Episenter gempa berada pada koordinat 7,22 LS dan 107,58 BT atau sekitar 22 km tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 5 kilometer. Guncangan kategorinya ringan namun terasa jelas karena sifatnya dangkal. Hanya beberapa menit berselang, pada 23.50 WIB, gempa susulan magnitudo 2,3 kembali mengguncang wilayah yang hampir sama—yakni 7,18 LS dan 107,62 BT dengan kedalaman 4 kilometer. BMKG menegaskan bahwa informasi yang diberikan merupakan rilis cepat (quick release) yang dapat diperbarui setelah proses analisis lanjutan selesai.
Postingan warga di media sosial menggambarkan kuatnya getaran yang dirasakan. “Gempanya terasa sekali, cukup mengguncang,” ujar Chacha, warga Baleendah. Pengguna Instagram aldyfirmansyah_97 juga menulis, “Gempa lumayan kenceng 22.54.” Warga Pangalengan pun melaporkan hal serupa. "Gempa barusan ya min, Pangalengan berasa pisan," tulis akun susiputranidh. Sementara akun nsrlhzfaloel mengabarkan getaran lanjutan sekitar pukul 00.35 di kawasan Kertasari.
Menariknya, rangkaian gempa ini terjadi hanya sekitar 12 jam setelah gempa magnitudo 2,9 mengguncang Kabupaten Bandung pada pukul 10.10 WIB. BMKG Stasiun Geofisika Bandung menyampaikan bahwa gempa siang hari itu berpusat di koordinat 7,19 LS – 107,63 BT dengan kedalaman 5 kilometer. Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa gempa tersebut berasal dari aktivitas sesar aktif lokal. “Melihat titik pusat dan kedalamannya, gempa ini termasuk gempa dangkal yang disebabkan oleh pergerakan sesar aktif setempat,” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!