Jurnal Ilmiah "Nature" Terbitkan Model Pangu Weather AI yang Ditulis Peneliti Huawei Cloud

ED
Jumat, 7 Juli 2023 | 15:45 WIB
Bagikan
Jurnal Ilmiah "Nature" Terbitkan Model Pangu Weather AI yang Ditulis Peneliti Huawei Cloud

Mengingat kecepatannya, model prakiraan cuaca AI memilik daya tarik, namun kurang akurat karena dua alasan. Pertama, model prakiraan meteorologi yang telah tersedia dirancang dengan jaringan neural 2D sehingga tidak dapat memproses data meteorologi yang tidak merata. Kedua, prakiraan cuaca jangka menengah mengalami kekeliruan prakiraan kumulatif ketika model terlampau sering digunakan.

Bagaimana Pangu-weather Mengatasi Tantangan Ini

Pada tahap uji coba ilmiah, model Pangu-Weather menghasilkan akurasi yang lebih baik ketimbang metode prakiraan konvensional yang berbasiskan perhitungan numerik dalam prakiraan satu jam hingga tujuh hari, bahkan prediksi berlangsung lebih cepat hingga 10.000 kali. Model tersebut secara akurat memprakirakan indikator meteorologi yang mendetail, termasuk kelembapan, kecepatan angin, suhu, dan tekanan tingkat permukaan laut.

Model ini memakai arsitektur 3D Earth-Specific Transformer (3DEST) yang memproses data meteorologi 3D kompleks yang tidak merata. Dengan strategi agregasi yang hierarkis dan temporal, model tersebut dilatih dengan beragam interval prakiraan, yakni interval 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 24 jam. Hal ini mengurangi iterasi kuantitas untuk memprediksi kondisi meteorologi pada jangka waktu spesifik sehingga menurunkan prakiraan yang keliru.

Untuk menjelaskan alasan tim Huawei Cloud AI berfokus pada prakiraan cuaca, Dr. Tian Qi, Chief Scientist, Huawei Cloud AI Field, IEEE Fellow, Akademisi International Eurasian Academy of Sciences, menjelaskan, "Prakiraan cuaca merupakan salah satu skenario aplikasi terpenting dalam komputasi ilmiah, sebab prakiraan meteorologi termasuk sistem yang sangat kompleks. Namun, kita masih sulit mencakup seluruh aspek wawasan matematika dan fisika. Maka, kami gembira atas pengakuan yang diterima tim riset kami oleh Nature. Model AI dapat menghimpun hukum statistik dari evolusi atmosfer dari data masif. Kini, Pangu-Weather menyelesaikan pekerjaan sistem prakiraan, serta kemampuan utama dalam memprediksi evolusi kondisi atmosfer. Target kami adalah membangun kerangka prakiraan cuaca generasi baru dengan teknologi AI untuk memperkuat sistem prakiraan yang telah tersedia."

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.