Jumlahnya Tak Sedikit! Wabup Tegaskan Penuntasan Rutilahu di Sukabumi Butuh Kolaborasi
VISI.NEWS | SUKABUMI - Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyatakan pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya menuntaskan persoalan rumah tidak layak huni (rutilahu). Dia menyatakan, jumlah rutilahu di daerah tersebut tidak sedikit, sedangkan keterbatasan anggaran membuat upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh kebutuhan yang ada.
Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, khususnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga zakat diharapkan dapat mempercepat penuntasan Rutilahu serta rumah-rumah warga yang terdampak bencana.
"Kalau jumlah mungkin puluhan ribu, kita bantu secara bertahap. Artinya kita menggandeng salah satu dengan Baznas atau dengan perusahaan. Kemarin juga sudah disampaikan ada beberapa perusahaan yang bantu juga. Alhamdulillah mereka mau bantu pemerintah Kabupaten Sukabumi khususnya untuk masyarakat yang terkena dampak bencana banjir, longsor," ujar Andreas belum lama ini.
Kolaborasi antara Pemkab Sukabumi dengan pihak lain dalam penuntasan Rutilahu seperti yang dilakukan di Kecamatan Cidahu. Di kecamatan tersebut, perbaikan Rutilahu dilakukan bersama dengan Baznas.
"Kaitan dengan rutilahu yang ada di Kecamatan Cidahu, bukan hanya satu. Jadi ada beberapa yang hari ini mungkin sudah ada 10 bantuan untuk Kecamatan Cidahu mudah-mudahan tahun depan bisa ditingkatkan lagi," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, Unang Sudarma, menuturkan bahwa pada prinsipnya Baznas selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama pada kejadian insidental seperti rumah warga yang terbakar, roboh, atau terdampak bencana alam.
Unang menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan bukan berasal dari Baznas sebagai lembaga, melainkan dari masyarakat. Baznas berperan sebagai pengelola dan penyalur dana zakat yang dihimpun dari para muzaki untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Karena kita mengumpulkan dana dari masyarakat, sebenarnya bukan bantuan dari baznas, bantuan dari para muzaki lewat baznas," ujarnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menuturkan pada tahun 2025 terdapat 10 unit Rutilahu di Kecamatan Cidahu yang mendapatkan bantuan. Selanjutnya pada tahun 2026 terdapat sekitar delapan unit yang dalam progres, serta tambahan usulan dari masyarakat dan pemerintah desa sebanyak dua unit, sehingga totalnya tetap menjadi 10 unit.
Sendi menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk setiap unit rumah sebesar Rp 20 juta, rinciannya Rp17,5 juta digunakan untuk pembelian material bangunan, sementara sisanya dialokasikan untuk upah kerja dan kebutuhan administrasi. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!