Jujun Keluhkan Soal Banjir kepada H. Wawan saat Reses di Parunghalang Baleendah
VISI.NEWS | BALEENDAH - Anggota DPRD Kab.Bandung Fraksi PKS Dapil 6, H. Wawan Ruswandi, S.Sos.I. menggelar reses masa sidang III tahun 2023 titik terakhir yang bertempat di Kampung Parung Halang RT 06 RW 02 Kelurahan Andir pada Jum'at (14/07/2023).
Penduduk di Parung Halang yang jaraknya berdekatan dengan Sungai Citarum dan kolam retensi Andir dan Cieunteung menyampaikan sejumlah aspirasi soal rumah tidak layak huni (Rutilahu), pasalnya, puluhan rumah warga yang terdampak banjir bandang beberapa tahun lalu di kawasan itu, belum sepenuhnya mendapat bantuan pemerintah.
"Saat banjir beberapa tahun lalu, dampaknya puluhan rumah disini hancur, sebagian memang ada yang sudah mendapat bantuan rutilahu, namun dikhawatirkan bencana itu kembali terjadi sedangkan kondisi rumah masih banyak yang belum layak di singgahi, karena posisinya di dataran rendah juga," ujar Jujun Junaedi, perwakilan tokoh masyarakat Andir.
Selanjutnya, Jujun menyampaikan aspirasi soal kekurangan sarana prasana pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
"Kami sangat membutuhkan sarana dan prasana pendidikan ini, karena sangat terbatas sekali, mungkin bisa di advokasi secepatnya kepada pa Dewan Wawan, semoga beliau terpilih kembali di 2024 agar apa yang menjadi aspirasi ini terselesaikan," katanya.
Sementara itu, Wawan mengaku pasca bencana banjir yang terjadi di wilayah tersebut, ia telah mengirimkan dua buah tenda yang berkapasitas masing-masing tenda nya bisa menampung 30 sampai 40 orang.
"Alhamdulillah saya di DPW PKS Jabar Bidang Kepanduan yang salah satu kegiatannya adalah penanggulangan bencana, dulu mengirimkan dua tenda dom (lorong) untuk mengevakuasi para korban bencana banjir, " ujar Wakil Pimpinan DPRD Kab. Bandung itu.
"Insya Allah rutilahu nanti melalui TA kami dengan epokir, bisa kita dorong dan mudah-mudahan disetujui oleh dinas terkait," imbuhnya.
Terkait sarana prasarana pendidikan Ruang Kelas Baru (RKB), dikatakan legislator PKS itu, dirinya akan mengusulkan kepada dinas pendidikan Kabupaten Bandung.
"Kalaupun tidak terakomodir di kabupaten, ya bisa melalui hibah, tapi kita lihat tanggung jawabnya pemda untuk kebutuhan warga masyarakat disini sejauh mana, kalaupun mereka mengingkan tsanawiyah, kita ajukan ke kemenag, semoga bisa dikoordinasikan," pungkasnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!