Jensen Huang, CEO Nvidia, Hadir di Jakarta Bahas Peran AI dan Pentingnya Model Kecerdasan Buatan Lokal

Desi Rossilawati
Kamis, 14 November 2024 | 13:37 WIB
Bagikan
Jensen Huang, CEO Nvidia, Hadir di Jakarta Bahas Peran AI dan Pentingnya Model Kecerdasan Buatan Lokal
VISI.NEWS | JAKARTA - Pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang, mengunjungi Jakarta untuk pertama kalinya pada Kamis (14/11/2024). Huang, yang dikenal sebagai sosok penting dalam industri kecerdasan buatan (AI), hadir sebagai pembicara utama di acara "Indonesia AI Day" yang diselenggarakan oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) di Ballroom The Tribata Dharmawangsa, Jakarta. Di acara tersebut, Huang membahas peran penting AI dan menekankan pentingnya Indonesia mengembangkan model kecerdasan buatan sendiri. "Penting bagi Indonesia untuk memiliki, mengembangkan, meningkatkan kecerdasan (AI) nasional bagi rakyatnya. Namun, Indonesia tidak bisa meng-outsource (menyuruh orang/negara lain) membuat kecerdasan untuk Indonesia," kata Huang. Jensen Huang, CEO Nvidia, menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) adalah komoditas paling berharga di dunia karena berkaitan dengan kecerdasan manusia itu sendiri. Menurut Huang, AI dibangun dengan memanfaatkan data, seperti data sumber daya alam, penduduk, dan lainnya. Data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan kecerdasan yang dapat digunakan oleh negara, mengarah pada pemahaman dan pengambilan keputusan yang lebih baik. "Jadi, tidak masuk akal jika negara (Indonesia) membiarkan pihak ketiga mengubah data sumber daya alam, data penduduk, dll, menjadi sebuah komoditas kecerdasan. Lalu diimpor kembali ke negara (Indonesia) untuk digunakan," jelas Huang.
Jensen Huang, orang terkaya ke-9 di dunia menurut Forbes, menegaskan bahwa Indonesia perlu memahami bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) adalah sebuah peluang besar sekaligus suatu keharusan untuk masa depan negara. Huang menyebutkan bahwa AI merupakan kesempatan terbaik dalam sejarah teknologi untuk mengatasi kesenjangan digital. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak orang yang hadir di acara "Indonesia AI Day" belum memiliki keterampilan dasar dalam pemrograman komputer, seperti kemampuan dalam bahasa pemrograman C++, yang merupakan keterampilan penting dalam era digital ini.
Jensen Huang menjelaskan bahwa kemudahan penggunaan ChatGPT dan teknologi AI lainnya terletak pada kecerdasannya. Menurut Huang, jika pengguna belum familiar dengan cara menggunakan AI, mereka cukup mengetikkan pertanyaan seperti "bagaimana cara menggunakan AI?" dan sistem AI akan langsung memberikan petunjuk yang jelas tentang cara memanfaatkannya. "Tidak ada perangkat lunak dalam sejarah yang semudah ini digunakan. Sekarang, tiba-tiba, semua orang menjadi programmer komputer berkat kecerdasan buatan," kata Huang.
Jensen Huang menyatakan bahwa kecerdasan buatan memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan teknologi yang ada. Ia juga memberikan pandangannya terkait kekhawatiran banyak orang tentang AI yang dapat menggantikan manusia, yang menurutnya tidak perlu dikhawatirkan.
"Anda tidak akan kehilangan pekerjaan Anda karena AI. Tapi Anda akan kehilangan pekerjaan karena seseorang menggunakan AI," kata Huang.
Jensen Huang menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) sangat mudah diakses dan digunakan, sekaligus penting untuk meningkatkan kemampuan individu. Ia juga menyoroti potensi AI untuk berkembang menjadi industri besar, terutama di negara dengan populasi besar seperti Indonesia yang hampir mencapai 300 juta jiwa. "Jadi, sangat penting bagi Indonesia untuk menjadikan AI sebagai salah satu inisiatif nasional prioritasnya," pungkas bos Nvidia ini. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.