Jemaah Belum Kantongi Nusuk, Kemenag Pastikan Tetap Bisa Beribadah
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 12 Mei 2025 | 16:30 WIB
VISI.NEWS | MAKKAH - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan jemaah haji asal Indonesia yang belum menerima kartu Nusuk tetap dapat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Meski kartu tersebut menjadi salah satu identitas penting selama musim haji, Kemenag menyebut keterlambatan pendistribusian kartu bukan tanggung jawab langsung pemerintah Indonesia, melainkan pihak syarikah di Arab Saudi.
"Sebenarnya ketentuannya itu dia harus diserahkan kepada jemaah 1x24 jam sejak ketibaan jemaah di Arab Saudi. Namun dalam praktiknya di lapangan ada banyak kendala," ujar Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Hanafi, di Makkah, Senin (12/5/2025).
Muchlis menjelaskan, Kemenag telah bekerja sama dengan delapan syarikah yang bertugas memberikan layanan kepada jemaah haji RI. Meski ada keterlambatan, pihak syarikah disebut telah menyediakan kartu identitas cadangan sebagai pengganti sementara.
Untuk mengantisipasi kekhawatiran, Muchlis mengimbau jemaah tetap tenang dan fokus menjalani ibadah. Ia menambahkan bahwa jemaah juga telah dibekali identitas resmi dari Kemenag dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), yang bisa menjadi penanda keabsahan sebagai jemaah haji.
"Jadi agar tetap tenang apalagi kalau fokus ibadah dari hotel ke Masjidil Haram. Kalau mau melipir belanja masih amanlah. Asal jangan ke Jeddah. Itu masih rawan kalau ke luar kota perhajian itu masih tetap harus Nusuk ya," jelasnya.
Sebagai informasi, Arab Saudi saat ini menerapkan sistem pengamanan ketat di Makkah, termasuk di sekitar area Masjidil Haram. Jemaah wajib menunjukkan visa resmi atau kartu Nusuk saat melewati pemeriksaan. Tanpa itu, akses menuju Masjidil Haram bisa ditolak dan jemaah terancam sanksi hukum. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!